Keluarga Bripka AS Tak Percaya Soal Bunuh Diri, Polda Sumut Ambil Alih, Nitizen bilang, Sambo jilid dua

Keluarga Bripka AS Tak Percaya Soal Bunuh Diri, Polda Sumut Ambil Alih, Nitizen bilang, Sambo jilid dua
Polisi saat melakukan olah TKP (poto: dok Humas Polda Sumut)

SAMOSIR | Bisanews.id | Bripka Arfan Saragih (AS) tewas diduga bunuh diri di Desa Simullop, Kelurahan Siogung-ogung, Kecamatan Pangururan, Kabupatem Samosir, 6 Februari 2023 lalu. Bripka AS sudah di forensik, hasil forensik menunjukkan Bripka AS minum racun sianida.

Tetapi kematian Bripka AS tidak berhenti sampai disitu. Pihak keluarganya curiga, Bripka AS tidak meninggal karena bunuh diri. Tetapi ada kemungkinan lain. Oleh karena itu pada Jumat 24 Maret 2023 keluarga Bripka AS mendatangi Polda Sumut bersama pengacaranya.

Berdasarkan hal tersebut kemudian Polda Sumut membentuk Tim yang terdiri dari Tim Labfor, Inafis, kedokteran, bersama kpala Laboratorium Forensik.

Tim inilah kemudian bergerak mengecek kembali tempat kejadian perkara (TKP) yang menjadi lokasi meninggalnya Bripka Arfan Saragih (AS) dan mendalami saksi-saksi lainnya.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, Minggu (26/3/2023) membenarkan jika tim Poldasu sudah melakukan olah TKP.

“Iya Tim yang melakukan Olah TKP dari Labfor, Inafis, kedokteran, penyidik Reskrimum serta kita juga mengundang pengacara almarhum Bripka AS yang ditemukan bunuh diri,” kata hadi dikutip dari laman Facebook Polda Sumut.

Sebelumya, ditemukan fakta hasil penyelidikan bahwa pelaku penggelapan uang wajib pajak Bripka Arfan Saragih memesan racun sianida dari Bogor.

Kapolres Samosir, AKBP Yogie Hardiman, menyampaikan berdasarkan fakta otopsi dan pemeriksaan luar dalam kedokteran forensik bahwa kematian Bripka Arfan Saragih karena bunuh diri dengan meminum cairan sianida.

Menurut keterangan polisi, di dekat jenazah mayat Bripka Arfan, ditemukan botol minuman bersoda berwarna keruh yang diduga telah dicampur dengan racun sianida dan botol diduga berisi serbuk racun.

Kemudian, pada jarak 80 sentimeter dari tubuh korban ditemukan tas berwarna hitam merek Asus yang di dalamya terdapat 19 BPKB dan 25 STNK.

Yogie juga mengungkap sejumlah fakta terkait kematian dan penggelapan pajak di UPT Samsat Pangururan oleh almarhum Bripka Arfan bersama empat orang pegawai harian lepas di Dispenda Samosir.

Menurut Yogie, tindakan penggelapan ini sudah dimulai sejak tahun 2018 dan dirinya membongkar praktek ini sehingga ditemukan warga yang menjadi korban dalam penggelapan sudah mencapai lebih 300 orang WP (Wajib Pajak) yang tidak disetorkan kepada Dispenda Bank Sumut.

Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak melalui Kabid Humas Kombes Pol Hadi Wahyudi, mengatakan saat ini perkaranya sudah ditangani Polda Sumut.

“Pak Kapolda sudah bertemu dengan istri almarhum dan penasehat hukumnya, Beliau mendengar apa yang menjadi kegusaran pihak keluarga,” katanya, Jumat (24/3/2023) malam.

Sementara itu berbagai komentar nitizen mewarnai peristiwa ini. Nitizen curiga kasus ini merupakan kasus Sambo jilid dua.

fitriyanareals menulis, Ga masuk akal nanti d cekokin kemulutnya sianidanya… Polisi mati
karna sianida, polisi yang menemukan
mayatnya, aneh masih, belajar dari
drama sambo

lukmanhadi575 mengatakan ; Pasti terungkap fakta yg sebenarnya, percayakan pada kinerja Polda Sumut…

friskhaols mengomentari ; Ahh, gak masuk akal, sambo jilid 2, ambil alih kasus ini pak @listyosigitprabowo lapor pak @jokowi supaya terang dan adil harus pak kayak nya yg bilang sama Kapolri ini… masa olah TKP disitu Kapolres Samosirnya, pasti adalah yg di tutupin, pindahkan dulu lah pak @poldasumaterautara baru mantap… tak percaya dengan polisi lagi…

niel_siahann menulis ; @divisihumaspolri @listyosigitprabowo Buka seperti kasus Sambo. Jangan ada drama dan buat jelek kembali citra POLRI. komandan.. havO0 dass DoL.

Writer: AyEditor: Ay