Kelurahan Aur Terapkan Program Seram Atasi Sampah Liar

Kelurahan Aur Terapkan Program Seram Atasi Sampah Liar
Seorang petugas sedang membersihkan sampah di salah satu jalan di Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, baru-baru ini. (Foto : Dok. Pemko Medan/Ayu/Bisanews.id).

MEDAN | Bisanews.id | Seser Sampah Malam (Seram) merupakan program andalan untuk mengatasi masalah sampah liar di Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan.

Lurah Aur, Fahreza Ksatria Purba, yang ditemui di Balai Kota Medan, Jumat (5/5/2023), mengatakan, program Seram dibuat untuk menghindari adanya sampah-sampah liar di pinggir jalan.

Dia berharap, dengan program itu maka kebersihan senantiasa terjaga di Kelurahan Aur, baik pagi, siang, maupun malam hari.

“Program Seram ini dimulai pukul 20.00 hingga 01.00 WIB dini hari. Tim Seram kita turunkan untuk membersihkan sampah yang dikeluarkan masyarakat malam hari. Artinya, melalui program ini, kita ingin meminimalisir terjadinya potensi sampah liar,” kata Fahreza.

Menurut pria yang akrab disapa Reza itu, program Seram cukup efektif untuk mengatasi sampah liar. Sebab, dapat meminimalisir adanya tumpukan sampah saat masyarakat masih beraktivitas pada malam hari.

“Maka dari itu, kami mengutip sampah hingga jam 01.00 WIB dini hari untuk mengantisipasi adanya sampah liar, sekaligus mengantisipasi masyarakat yang membuang sampah sembarangan,” jelasnya.

Diungkapkan Reza, saat ini pihaknya masih menggunakan satu unit becak bermotor untuk mengangkut sampah. Sementara sampah yang diangkut ada sekitar 3,8 ton per hari, baik siang maupun malam.

“Sebenarnya ada dua becak pengangkut sampah, namun yang satu sudah terbakar. Jadi, hanya tersisa satu saja. Walaupun begitu, kami akan berupaya menambah armada lagi, agar pengangkutan sampah ini dapat semakin efektif,” ucapnya.

Di samping program Seram, papar Fahreza, setiap paginya petugas Melati dan Bestari tetap bekerja untuk membersihkan sampah di seluruh wilayah Kelurahan Aur.

Selain itu, lanjut Fahreza, pihaknya terus mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengatasi persoalan sampah melalui kegiatan gotong royong secara bergilir setiap Sabtu, dengan melibatkan unsur kelurahan, kepala lingkungan, stakeholder, dan warga.

Writer: AyuEditor: Abdul Muis