Keren, Ridha-Rani Angkat Masalah Distabilitas Didebat Publik Kedua

Keren, Ridha-Rani Angkat Masalah Distabilitas Didebat Publik Kedua
Terlihat ratusan warga Medan pendukung Prof Ridha-Rani padati pelataran parkir Perintis Cafe di Jalan Perintis Kemerdekaan Medan saat digelarnya debat publik calon walikota Medan dan wakil, Sabtu (16/11/2024). (Poto : ayu)

Medan | bisanews.id | Setelah usai debat pertama di Four Pount Jalan Gatot Subroto beberapa hari lalu, kini suasana malam di Kota Medan, kembali pecah dimana warga berbondong-bondong datangi lokasi debat kedua tiga Pasangan Calon (Paslon) Walikota Medan dan Wakil yang digelar Grand Merciur, Sabtu (16/11/2924).

Terlihat dalam debat kedua tersebut, banyaknya warga Medan padati lokasi baik didalam hotel maupun diluar, yang tak lain ingin melihat sekaligus mendengar apa saja visi misi yang disampaikan ketiga Paslon untuk kemajuan kota Medan lima tahun kedepan.

Dan dari dua kali debat digelar, sudah pasti muncul penilaian terhadap visi-misi yang dilontarkan ketiga pasangan baik itu soal, kesejahteraan, kesehatan, pendidikan, keamanan dan pariwisata dan sebagainya yang dapat dirasakan warga Medan nantinya.

Tapi dari beberapa pertanyaan dan jawaban yang disampaikan oleh ketiga Paslon, hanya pasangan nomor dua yang melontarkan pertanyaan sangat menyentuh. Dan pertanyaan itu langsung ditujukan kepada dua pasangan nomor urut 02 dan 03 soal langkah apa yang diambil untuk memanusiakan kaum Distabilitas (Penyandang Cacat) yang juga warga Medan.

Seperti salah seorang relawan Wong Berani, Dedi Isnaini yang hadir saat berlangsung Nonton Bareng (Nobar) debat ketiga Paslon dipelataran parkir Printis Cafe menilai, dari ketiga Paslon, hanya pasangan nomor 02, Prof Ridha Dhsrmajaya dan Abdul Rani SH yang mengajukan pertanyaan menyentuh dan masuk akal serta bisa menjawab semua pertanyaan yang diajukan untuk kemajuan kota Medan lima tahun kedepan.

“Saya katakan, Prof Ridha Dharmajaya dengan Abdul Rani SH tampak lebih tenang dan masuk akal saat menjawab setiap pertanyaan baik dari dan dua Paslon nomor urut 01 dan 03,” kata Dedi yang datang bersama keluarga mengakhiri.

Sementara Rio Manullang warga Medan Amplas dilokasi yang sama mengatakan, harus ada perubahan walau dilakukan secara bertahap mengingat masih banyak pekerjaan yang ditinggalkan Bobby Afif Nasution belum rampung khususnya soal infrastruktur.

“Mudah-mudahan visi misi Prof Ridha-Rani Nomor 2, tidaklah sekedar omon-omon belaka. Namun warga Medan sudah pasti minta pembuktian,” katanya tegas.

Rio mengatakan, pasangan nomor 2 juga harus lebih memikirkan warganya dalam hal lapangan pekerjaan yang selama ini terabaikan, dimana hanya sekedar judul belaka disaat kampanye untuk menggaet suara rakyat pada umumnya.

“Bisa kita lihat kemarin di bawah kepemimpinan Bobby Nasution begitu banyak proyek baik kecil maupun besar, namun tidak memanfaatkan tenaga lokal melainkan menggunakan alat berat dan tenaga orang dari luar Medan bahkan provinsi. Jadi kami selaku warga Medan pendukung Prof Ridha-Rani, buat warganya apabila duduk nanti sebagai orang nomor satu dan dua kota Medan,” pungkasnya mengakhiri. (ayu)