Konsep Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan Utamakan Fungsi Cagar Budaya

Konsep Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan Utamakan Fungsi Cagar Budaya
Sejumlah alat berat pengerjaan revitalisasi Lapangan Merdeka Medan, Sumatera Utara. (ANTARA/Bisanews)

MEDAN | Bisanews | Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan seluas 4,88 hektare yang saat ini sedang dikerjakan harus melindungi unsur cagar budaya, seperti hamparan lapangan, pohon trembesi, dan memori bersejarah.

Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang Kota Medan, Endar Sutan Lubis, di Medan, Rabu (28/9/2022).

“Konsep revitalisasi Lapangan Merdeka ini lebih ke fungsi cagar budaya,” ujar Endar, dikutip dari ANTARA.

Dengan demikian, lanjutnya, bangunan-bangunan yang selama ini berada di pinggir Lapangan Merdeka harus ditiadakan. Namun pihaknya sedang mempersiapkan konsep dengan sarana dan prasarananya.

“Kita tidak memanfaatkan lahan di permukaan, dan yang dibangun di bawah permukaan atau basement (ruang bawah tanah) agar Lapangan Merdeka tetap sebagai ruang terbuka hijau,” tuturnya.

Menurut dia, revitalisasi lapangan bersejarah itu akan dibangun dua lantai ruang bawah tanah. Basement pertama di antaranya dibangun kantor polisi, kantor pengelola cagar budaya, dan Museum Kota Medan.

“Basement kedua akan dibangun, seperti Hall Pemkot Medan, auditorium, dan area parkir kendaraan roda dua maupun roda empat,” paparnya.

Diketahui, Kamis (7/7/2022) lalu Presiden Joko Widodo mencanangkan revitalisasi Lapangan Merdeka Medan merupakan salah satu upaya mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan di Medan, Sumatera Utara.

Pemko Medan menyebut revitalisasi dilakukan bertahap, di antaranya dengan anggaran Rp 97,5 miliar APBD Kota Medan, dan Rp 100 miliar Pemprov Sumatera Utara untuk pengerjaan tahap awal.

“Sedangkan di permukaan Lapangan Merdeka ada panggung rakyat, lintasan joging, lapangan olahraga, taman, area bermain anak, dan tugu proklamasi,” jelas Endar.

Writer: ANTARAEditor: Abdul Muis