M Mahfullah Pratama Daulay, S.STP, M.AP Portugal Layak Juara Piala Dunia 2026

M Mahfullah Pratama Daulay, S.STP, M.AP Portugal Layak Juara Piala Dunia 2026
Kadisporasu, M Mahfullah Pratama Daulay, S.STP, M.AP. (Foto : ayu)

Medan | bisanews.id | Portugal melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai kalahkan Kroasia 2-1 di babak 32 besar secara dramatis.

Keberhasilan itu, langsung membuka peluang Portugal menuju berada dianak tangga pertama Piala Dunia Kanada, AS dan Meksiko 2026.

Mengapa karena merunut dari perjalanan awak babak penyisihan grup sejak dimana laga awal Christiano Ronaldo cs melawan DR Kongo imbang 1-1, unggul atas Uzbekistan 5-0 dan kembali bermain imbang dengan Kolombia, sudah membuka kesempurnaan laga untuk menuju babak fase gugur walau banyak yang menilai sedikit bermasalah.

Bayangkan saja saat melawan Krosia saja, tim yang berjuluk Os Navegadores” (Sang Navigator) dan “Seleção das Quinas” (Tim Perwakilan Perisai atau Tim Pilihan) asuhan pelatih Roberto Martinez, sempat tertinggal lebih dulu walau akhirnya bangkit dan merebut kemenangan.

Kronologis Laga

Sementara bermain di Toronto Stadium, Jumat (3/7/2026) pagi WIB kemarin, Kroasia tampil menekan lebih dulu di menit ke-3, namun tembakan Ante Budimir melebar di sisi kiri gawang. Portugal membalas semenit berselang, tapi tembakan Bruno Fernandes diamankan kiper Dominik Livakovic.

Peluang Portugal selanjutnya hadir via tembakan jarak jauh Joao Cancelo di menit ke-7 yang hanya melambung di atas gawang. Kroasia membalas, namun tandukan Budimir juga bernasib serupa.

Pada menit ke-16, Renato Veiga menyambut umpan sepak pojok dari Nuno Mendes, namun tandukannya melambung di atas gawang Kroasia. Begitu juga eluang Joao Neves melalui tendangan jarak jauh di menit ke-24 juga melayang jauh dari target.

Tekanan Portugal ke gawang Kroasia berlanjut. Umpan silang Cancelo mengarah ke Cristiano Ronaldo yang berada di kotak penalti pada menit ke-30, namun tak mampu memaksimalkan peluang menjadi gol. Skor imbang tanpa gol menutup babak pertama.

Usai turun minum, Kroasia tampil lebih menekan. Mateo Kovacic sukses menerobos kotak penalti dan tinggal berhadapan dengan Diogo Costa pada menit ke-48, namun tembakannya berhasil diblok sang kiper.

Kroasia akhirnya membuahkan hasil di menit ke-53. Berawal dari Josip Stanisic, bola sampai di kaki Ivan Perisic yang menuntaskan peluang dengan tembakan keras mendatar sukses membobol gawang Diogo Costa.

Kroasia sempat mencetak gol kedua pada menit ke-56 lewat Igor Matanovic, namun dianulir karena Nikola Vlasic yang mengirim assist sudah offside lebih dulu.

Portugal kemudian berupaya bangkit. Ada peluang dari Rafael Leao pada menit ke-58, namun tendangan jarak jauhnya masih membentur tiang. Ronaldo juga sempat mencetak gol di menit ke-61, namun dianulir karena ia sudah terjebak offside.

Gol yang dinanti Portugal akhirnya hadir di menit ke-68. Pelanggaran Vlasic terhadap Veiga di kotak penalti dalam situasi sepak pojok membuat wasit menunjuk titik putih usai mengecek tayangan ulang. Ronaldo selaku eksekutor sukses mengecoh Livakovic.

Kroasia tak panik usai kebobolan. Kovacic nyaris mencetak gol di menit ke-75, namun tembakan jarak jauhnya ditepis Diogo Costa lalu mengenai tiang.

Bola liar kembali dikuasai kembali Kroasia dan Kovacic kembali mendapat peluang, namun upayanya ditepis Diogo Costa untuk kedua kalinya.

Igor Matanovic juga mendapat peluang di menit ke-77, namun tembakannya dari kotak penalti juga dihalau Diogo Costa.

Sementara itu, tandukan Mario Pasalic pada menit ke-89 melebar di samping kanan gawang Portugal meski Diogo Costa sudah mati langkah.

Namun Portugal akhirnya berbalik unggul di injury time. Pada menit 90+4, tandukan Goncalo Ramos yang menyambut umpan silang Rafael Leao bersarang di sudut kanan gawang Portugal tanpa mampu dihalau oleh Livakovic.

Kroasia sempat menyamakan skor di menit 90+13 lewat Josko Gvardiol, namun dianulir wasit karena offside dalam prosesnya.

Para pemain Kroasia mempertanyakan keputusan itu, namun wasit tetap pada pendiriannya. Skor 2-1 bertahan hingga usai.

Dengan hasil ini, Portugal akan bertemu Spanyol di babak 16 besar. Duel itu akan digelar Selasa (7/7/2026) pukul 02.00 WIB di Dallas Stadium.

“Kekuatan Portugal terletak pada kombinasi pemain berpengalaman dan generasi emas yang kini berada di usia produktif,”kata Kadispora Sumatera Utara, M Mahfullah Pratama Daulay, S.STP, M.AP di Medan, Minggu (5/7/2026).

Lini tengah dinilai menjadi salah satu yang terbaik berkat kehadiran pemain-pemain kreatif yang mampu mengatur tempo sekaligus menciptakan peluang.

Di lini belakang, Portugal juga dianggap memiliki pertahanan yang solid sehingga lebih seimbang dibanding sejumlah pesaing.

Kedalaman skuad menjadi nilai tambah yang membuat Portugal dinilai mampu bersaing sepanjang turnamen yang berlangsung lebih panjang pada edisi 2026.

“Begitu juga meski usia tidak lagi muda, pengaruh Cristiano Ronaldo sebagai salah satu faktor penting bagi Portugal masih menjadi dominan,” ujar pria yang perduli pada perkambangan olahraga Sumut ini serius.

Kehadiran sang kapten sebutnya, dianggap memberi dampak besar dari sisi pengalaman, kepemimpinan, dan mental bertanding di laga-laga krusial.

Sementara pemain generasi baru diproyeksikan menjadi penopang utama permainan Portugal sepanjang turnamen.

Perpaduan pengalaman dan regenerasi inilah yang membuat Grok optimistis Portugal mampu melangkah lebih jauh dibanding rival-rivalnya.

“Kemampuan dan status CR7 juga tak kalah hebat mampu membentuk kekompakan dan kebersamaan tim dan official focus melakukan variasi saat berada di daerah lawan. Jadi saat melawan Spanyol nanti, diprediksi Portugal mampu mengalahkan tim Matador 2-0,” ucap Mahfullah. .

Disinggung soal karakter Cristiano Ronaldo, Mafullah mengatakan, dia adalah sosok pemurah, penyayang orang tua dan anak-anak, sehingga Tuhan selalu memberi kemudahan padanya terutama saat bermain dilapangan hijau.

“Jadi tak salah saya menjagokan CR 7 bisa membawa Portugal menjadi juara Piala Dunia 2026. Sebab dia memiliki sifat yang sangat disukai banyak orang dan Tuhan seperti, disiplin, datang lebih awal ke tempat latihan, menjalani latihan tambahan. Selain itu, kepedulian kepada orang tua dan sesama merupakan akhlak yang diajarkan Islam, tanpa memandang suku, bangsa, maupun agama,” pungkas Mahfullah mengakhiri. (ayu)