Nanda Ramli Minta DPRD Medan Alokasikan Dana Dukung Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

Nanda Ramli Minta DPRD Medan Alokasikan Dana Dukung Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
Terlihat Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan, Iswanda 'Nanda' Ramli, Ketua Panitia AHY Cup II, Antonius Simamora, Wakil Ketua Bapilu Demokrat Sumut Heri Siswan serta Mantan pemain PSMS Medan, Badia Raja tampak saat melepas balon ke udara sebagai tanda dibukanya Festival Sepak Bola AHY Cup II U-12 2026 di Lapangan Sejati Pratama Kec Medan Johor, Sabtu (19/9/2026). (Foto : ayu)

Medan | bisanews.id | Sebanyak 24 tim Sekolah Sepak Bola (SSB) se-Kota Medan mengikuti Festival Sepak Bola AHY Cup II U-12 2026 yang digelar DPC Partai Demokrat Kota Medan di Lapangan Sejati Medan, 19-20 September 2026.

Dalam podatonya Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan, Iswanda ‘Nanda’ Ramli, mengatakan, AHY Cup kembali digelar sebagai bentuk perhatian terhadap pembinaan sepak bola usia dini. Turnamen ini juga tidak membebankan biaya pendaftaran kepada peserta.

“Tidak ada melibatkan pendaftaran. Baik AHY Cup 1 dan 2. Sepak bola diutamakan dari usia dini. Kita under 12,” kata Nanda, Sabtu (19/9/2026).

Menurutnya, pembinaan sepak bola tidak cukup hanya mengandalkan kompetisi. Dukungan terhadap SSB juga diperlukan agar pembinaan pemain muda dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Nanda pun mendorong DPRD Kota Medan agar mengalokasikan anggaran untuk membantu SSB. Menurutnya, dukungan tersebut dapat digunakan untuk menunjang aktivitas pembinaan anak-anak.

“Ke depan kami sarankan dari DPRD tolong dianggarkan SSB ke Kota Medan. Saya dulu juga pendiri SSB. Banyak melahirkan pemain sepak bola. Tapi SSB tidak pernah dibantu pemerintah,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan dukungan anggaran bagi SSB, termasuk untuk kelompok usia 15 dan 17 tahun serta kompetisi antarklub.

“Hari ini kita harap ada anggaran ada SSB. Rp10 juta saja setiap tahun biar anak-anak ini bisa berlatih dengan baik,” katanya.

Nanda juga meminta DPRD Sumatera Utara ikut memperhatikan pembinaan sepak bola usia muda. Ia menilai dukungan terhadap SSB perlu menjadi bagian dari pembahasan anggaran.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan, T. Chairuniza, mengapresiasi pelaksanaan AHY Cup II. Ia menilai festival sepak bola usia dini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk mengembangkan bakat dan karakter anak.

Nanda Ramli Minta DPRD Medan Alokasikan Dana Dukung Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
Terlihat Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan, Iswanda ‘Nanda’ Ramli saat berfoto dengan salah seorang pemain. (Foto : ayu)

“Festival ini bukan sekadar kompetisi. Mengembangkan bakat dan karakter. Usia dini harus terus kita dukung menjadi generasi percaya diri dan berprestasi,” ujarnya.

Chairuniza juga menilai pendataan SSB diperlukan agar pembinaan sepak bola di Kota Medan dapat dilakukan secara lebih terarah.

“Perlu data SSB juga ini. Harus kita verifikasi. Mari kita bekerja sama sehingga kita bisa membangun karena bibit,” katanya.

Ketua Panitia AHY Cup II, Antonius Simamora, mengatakan turnamen tahun ini diikuti 24 tim SSB dari berbagai wilayah di Kota Medan.

Ia berharap seluruh pertandingan berjalan lancar dan menjadi wadah lahirnya pesepak bola muda Kota Medan.

“Semoga semuanya dapat berjalan lancar dan melahirkan pesepak bola muda di Kota Medan,” ujarnya.

Mantan pemain PSMS Medan, Badia Raja, menilai turnamen usia dini seperti AHY Cup menjadi bagian penting dari pembinaan grassroot. Menurutnya, anak-anak perlu diberi ruang untuk merasakan pertandingan resmi sejak usia muda.

“Olahraga sepak bola ini menyentuh kepada level yang paling rendah. Lapangan Sejati ini lapangan awal kami merumput di sini. Kami mulai dengan kaki ayam 50 tahun silam. Medan Putra dan Kinantan,” ujar Badia.

Ia berharap dari lapangan dan turnamen usia dini seperti ini nantinya muncul pemain yang mampu membawa nama Kota Medan hingga tingkat nasional. “Mudah-mudahan ada yang jadi pemain nasional,” katanya.

Badia menyebut sejumlah pemain juga memulai perjalanan sepak bolanya dari lapangan tersebut.

“Dari lapangan ini, di sini mulai anak-anak usia 12 tahun mulai mengikuti pertandingan resmi, pakai wasit, komdis. Inilah grassroot. Usia ini merasakan kebahagiaan. Biarkan mereka merdeka main bola,” ujarnya.

Turnamen dibuka Wakil Ketua Bapilu Demokrat Sumut Heri Siswan. Turnamen ini menjadi wadah bagi SSB di Kota Medan untuk memberikan pengalaman bertanding sekaligus menjaring bibit-bibit pesepak bola sejak usia dini. (rel/ayu)