Medan | bisanews.id | Orang tua Alma Fatiha Ghassani menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Sumut yang telah menggelar Turnamen Catur SIWO PWI Sumut-STOK Bina Guna, Piala Ketua PWI Sumut, di Aula STOK Bina Guna Medan, 4-5 September 2026.
Turnamen tersebut dinilai menjadi wadah positif bagi pelajar untuk mengembangkan minat, kemampuan dan prestasi olahraga catur.
Apresiasi itu disampaikan setelah Alma Fatiha Ghassani, pelajar kelas VII SMP Nakamura School Medan, berhasil menjadi juara kategori putri dengan mengumpulkan lima poin.
Prestasi tersebut sekaligus menambah motivasi Alma untuk semakin serius menekuni olahraga catur.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada SIWO PWI Sumut. Turnamen ini sangat bagus dan positif untuk pelajar, menjadi wadah semangat dan motivasi untuk berkembang dan berprestasi,” kata ibu Alma, Dina Rilan Nita Siregar yang terus mendampingi putrinya selama kejuaraan.
Menurut Dina, kategori putri yang dipertandingkan secara khusus juga menjadi hal positif. Dengan demikian, para pecatur putri memiliki ruang untuk mengukur kemampuan dan melihat perkembangan prestasinya tanpa harus bergabung dalam satu kategori dengan pecatur putra.
“Ini bisa menjadi wadah untuk mengukur kemampuan pecatur putri. Mudah-mudahan ke depan ada event selanjutnya yang lebih bergengsi dan lebih besar,”ucap warga Perumnas Mandala tersebut.
Pada klasemen akhir kategori putri, Alma mengoleksi lima poin. Posisi kedua ditempati Jedidiah Saputra (Homeschooler) empat poin, disusul Elyka Herna Mentieva Sibarani dari SMPN 1 Sei Suka Batubara empat poin.
Berikutnya Casela Hartanto dengan tiga poin, Varisha Arbas tiga poin dan Azzuhra Nur Afifah tiga poin.
Bagi Alma, keberhasilan tersebut menjadi hasil yang menggembirakan dari proses latihan yang selama ini dijalaninya. Gadis kelahiran Balikpapan, 20 Agustus 2014, itu mulai mengenal catur sejak duduk di kelas III SD.
Awalnya, Alma diajak opungnya mengikuti kompetisi catur di sekolah. Saat itu ia bahkan belum mengetahui cara bermain catur dengan baik.
Setelah mendapat latihan dari opung selama sekitar dua minggu, Alma langsung berhasil meraih juara III dalam kompetisi tersebut pada 2022.
Sejak saat itu, Alma semakin serius berlatih. Ia sempat mengikuti les catur secara online melalui Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA) dan kini mendapat bimbingan dari coach Arif dan Pitra.
Mengikuti Turnamen Catur SIWO PWI Sumut-STOK Bina Guna, Alma mengaku memang memasang target untuk menjadi juara.
Namun, ia juga menjadikan pertandingan tersebut sebagai bagian dari persiapan menghadapi turnamen lainnya.
“Tapi yang penting bukan hasilnya, melainkan latihan. Saya bersyukur ternyata bisa juara,” ujar Alma.
Ia mengaku menghadapi lawan-lawan yang cukup sulit. Salah satu pertandingan yang paling diingatnya adalah, saat menghadapi Jedidiah.
Dalam pertandingan tersebut Alma sempat mengalami kendala waktu karena mengaku masih terbiasa bermain cukup lama.
“Saya sempat kehabisan waktu. Saya main lama, belum bisa main cepat. Saya menang pion, kemudian dia membuat blunder sehingga saya bisa menang,” katanya.
Alma sebelumnya juga telah mengikuti Kejurnas 2024 di Depok. Pada Kejurprov 2025, ia berhasil meraih medali emas.
Kini, Alma ingin semakin fokus menekuni catur dengan impian dapat bertanding di luar negeri dan memperoleh beasiswa.
Ia mengaku terinspirasi pecatur nasional Irene Sukandar dan bercita-cita mengikuti jejaknya hingga mampu berprestasi di tingkat internasional.
“Motivasi saya ingin go international,” katanya.
Dina kembali mengatakan, keluarga akan terus memberikan dukungan terhadap Alma selama menjalani proses pembinaan.
Dia bersama sang suami, Dhany Ramadhany, melihat Alma memiliki minat sekaligus bakat dalam olahraga catur.
Dina mengaku bangga atas keberhasilan Alma menjadi juara. “Ini challenge juga buat dia, untuk bisa mempertahankan prestasi,” pungkasnya mengakhiri. (rel/ayu)






