Medan | bisanews.id | Pengurus Provinsi Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABERSI) Sumatera Utara menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sekaligus penataran wasit tahun 2026.
Kegiatan yang dilakukan di Gedung PABERSI Sumut yang beralamat di Jalan Mesjid PAB Veteran Medan Helvetia Medan, Sabtu (2/5/2026) itu, tak lain sebagai bentuk upaya untuk meningkatkan kualitas organisasi dan sumber daya manusia di cabang olahraga angkat berat.
Kegiatan yang berlangsung satu hari itu, diikuti 12 pengurus kabupaten/kota serta para pelatih dan wasit dari berbagai daerah di Sumatera Utara.
Adapun peserta yaitu, Binjai, Medan, Deliserdang, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Batubara, Labura, Padang Lawas, Simalungun, Samosir, Dairi dan Tanah Karo.
Ketua Pengprov PABERSI Sumut, DR Rico Goncalwes Sirait, SH, MH, CPM, CRA disela-sela kegiatan mengatakan, Rakerda digelar bisa menjadi momentum penting untuk mengevaluasi program kerja tahun sebelumnya sekaligus merumuskan strategi pembinaan atlet ke depan.
Adapun harapan dari Rakerda ini melahirkan juklak (panduan atau peraturan) yang harus ditaati untuk persiapan menghadapi berbagai kegiatan kedepan diantaranya, Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Proprovsu) oleh KONI Sumut.
“Syukurnya kita dapat dukungan penuh dari KONI Sumatera Utara dalam hal menjalankan roda organisasi, salah satunya dalam hal melakukan pembinaan atlet angkat berat daerah ini kedepan,” kata Rico yang belum lama ini meraih gelar DR.

Menurut Rico hal yang paling membanggakan adalah, ikutnya cabor angkat berat berlaga di PON NTB-NTT XXII 2028 mendatang yang mana SK akan segera muncul, sehingga Pelatihan Daerah (Pelatda) cabor angkat berat semakin lebih bergairah nantinya
Rico menambahkan, bahwa jajaran pengurus baik itu dipengprov dan kabupaten kota sudah bisa mengambil keputusan dalam hal menjalankan roda organisasi yang sehat untuk kesamaan sistem. Sebab aturan disemua pengkab dan pengkot kita ambil hasil dari Rakerda untuk juklak.
Sebab PABERSI Sumut menargetkan peningkatan prestasi dengan memaksimalkan pembinaan atlet sejak usia dini
“Adapun point utama dari Rakerda adalah :
1. Pemerataan medali
2. 2 medali porprovsu
3. Aturan permindahan atlet
4. Ambang batas prestasi atlet
5. Adab dan etika insan angkat berat Sumut. Ini point penting yang harus dicerna semua pengurus kabupaten kota dan jajarannya untuk diteruskan ke atlet masing-
masing,” ucapnya serius.

Sementara Wakil Ketua I KONI Sumatera Utara, Bambang Kencoro Wahono mengatakan, sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Pengprov PABERSI daerah ini dalam menjalankan roda organisasi agar lebih hidup.
Dikatakan, adanya regulasi yang ditetapkan Pengprov PABERSI dinilai sangat bagus untuk lebih mematangkan program kerja demi pembinaan atlet secara terukur.
“Yang jelas selama regulasi itu tak melanggar aturan untuk menghadapi kegiatan event termasuk PON, seperti keputusan Rakerda menetapkan lima putra dan lima putri berlaga di Kejurprov, pihak kita mendukung penuh. Tapi kalau melanggar yang telah disepakat, maka KONISU akan memanggil pengprovnya untuk dievakuasi ulang,” katanya mengakhiri.
Peran Wasit
Disinggung soal peningkatan prestasi atlet Rico kembali mengatakan, tidak terlepas dari peran wasit profesional dan kompeten. Oleh karena itu, penataran wasit yang dilaksanakan bersamaan dengan Rakerda ini menjadi bagian penting dalam menciptakan pertandingan yang adil dan berkualitas.
“Melalui kegiatan ini kita ingin memastikan, bahwa seluruh wasit memahami aturan terbaru dan mampu menerapkannya secara konsisten di setiap kejuaraan,” ujarnya.
Pada penataran wasit itu, pihak PABERSI Sumut menghadirkan instruktur berpengalaman yang memberikan materi terkait peraturan terbaru, teknik penilaian, serta simulasi pertandingan. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi yang berlangsung.
Dengan terselenggaranya Rakerda dan penataran wasit ini, PABERSI Sumut berharap dapat menciptakan sinergi yang kuat antara pengurus, pelatih, dan wasit dalam upaya mengharumkan nama Sumatera Utara di kancah nasional maupun internasional. (ayu)






