Pembangunan Fisik Harus Diikuti Pengembangan SDM

Pembangunan Fisik Harus Diikuti Pengembangan SDM
Wali Kota Medan, Bobby Nasution menandatangani Berita Acara Musrembang RKPD Kota Medan Tahun 2024, di Four Point Hotel, Jalan Gatot Subroto, Medan, Kamis (16/3/2023). (Foto : Pemko Medan/Ayu/Bisanews.id).

MEDAN | Bisanews.id | Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengatakan, dalam merealisasikan lima program prioritas yang telah ditetapkan, jangan hanya fokus terhadap pembangunan fisik semata, tapi harus diikuti dengan pengembangan sumber daya manusia (SDM)-nya.

Hal itu disampaikan Bobby pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Medan Tahun 2024, di Four Point Hotel, Jalan Gatot Subroto, Medan, Kamis (16/3/2023).

“Saya contohkan dengan penataan kawasan heritage di Kota Lama Kesawan, bukan hanya sekedar tumpukan besi atau pun batu yang ingin ditata. Tapi lebih jauh bagaimana SDM yang terlibat di dalamnya bisa berkompetisi,” kata Bobby.

Apalagi, ujarnya, persaingan saat ini tidak hanya sebatas antar daerah, tapi sudah antar negara.

Karena itu, jelasnya, peningkatan SDM yang dilakukan harus sejalan dengan pemanfaatan digitalisasi secara masif.

Menurut dia, seluruh perangkat daerah harus memanfaatkan digitalisasi guna merealisasikan seluruh program pembangunan, termasuk lima program prioritas.

Pentingnya pemanfaatan digitalisasi, ungkap Bobby, telah dibuktikan saat pelepasan ekspor hasil produk UMKM ke pasar internasional beberapa hari lalu.

“Lebih dari 50 persen market yang didapat pelaku UMKM melalui internet. Jadi, saya minta semua program, terutama pelayanan harus diadaptifkan ke digitalisasi,” ujarnya.

Di hadapan Sekda Provinsi Sumut Arief S Trinugroho yang hadir mewakili Gubernur Sumut, Wakil Wali Kota H Aulia Rachman, unsur Forkopimda Kota Medan, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, Ketua TP PKK Kota Medan Ny Kahiyang Ayu, pimpinan perangkat daerah, serta camat dan lurah se-Kota Medan, Bobby mengungkapkan, ada beberapa perangkat daerah yang terkesan masih copy paste dari tahun-tahun sebelumnya.

“Ini menjadi koreksi, dan kita tidak boleh tutup mata. Ini bukan salah masing-masing perangkat daerah, tapi tidak terlepas dari kurangnya pengawasan di dalamnya. Di akhir masa kepemimpinan saya dan Pak Wakil Wali Kota di tahun 2024, kami ingin ada kenang-kenangan, tidak banya berupa bangunan fisik, tapi juga sistem yang bisa digunakan secara berkelanjutan,” harapnya.

Writer: AyuEditor: Abdul Muis