Medan | bisanews.id | Melihat persiapan yang dilakukan untuk menyambut PON XXI Aceh-Sumut September 2024 mendatang khususnya Sumatera Utara, tidaklah sesuai dengan ekspektasi sebagai tuan rumah setelah Aceh.
Sebab dua provinsi Aceh dan Sumatera Utara yang dipercayakan sebagai tuan rumah bersama, khususnya daerah ini sendiri tak terlihat gaungnya di tengah-
tengah masyarakat. Artinya tidak sesuai dengan pemberitaan media dengan kenyataan dilapangan.
“Jelas hal tersebut membuat saya selaku pemerhati olahraga di Sumut, merasa jantungan mengingat waktu terus berjalan namun sebahagian sarana belum selesai dikerjakan,” kata Rafriandi Nasution SE.MT selaku pemerhati olahraga Sumut ketika dimintai keterangannya soal persiapan PON Aceh-Sumut 2024 di Medan, Sabtu (27/7/2024).
Menurut Rafriandi, event ajang multi event empat tahunan tersebut tetap terlaksana sesuai jadwal yang sudah ditentukan pemerintah pusat, yakni
Presiden RI, bapak Joko Widodo mengingat masa jabatan sebagai presiden akan berakhir Oktober 2024 mendatang.
Untuk itulah, Aceh dan Sumut selaku tuan rumah harus bekerja keras untuk menyiapkan segala kebutuhan agar bisa digelar walau minim promosi ke masyarakat soal PON XXI 2024 tersebut.
“Seperti saya katakan tadi, kalau terlaksana, tetap terlaksana. Ya namun tidak sesuai dengan harapan warga Sumut,” ucapnya serius.
Dikatakan, sampai saat ini saja hampir semua kebutuhan cabor yang bakal menghadapi PON XXI/2024, tak semuanya terpenuhi sehingga sudah pasti pemusatan latihan akan terganggu. Padahal tuan rumah seharusnya menyiapkan para atletnya dengan dimasukkan keprogram TC penuh guna mencapai target medali guna berada diposisi lima besar nasional.
“Tapi apa mau dikata, misalnya saja peralatan dibutuhkan 30 set, tapi yang datang cuma 16 set sehingga bisa mengganggu latihan atlet. Parahnya lagi saat para atlet bertanya, padahal selama ini ofesial selalu menghindar, maka mau tak mau harus jujur mengatakan apa adanya sehingga bisa mengganggu fisikologi para atlet tersebut,” tambah Rafriandi yang digadang-gadang siap mencalonkan diri jadi Ketua Umum KONI Sumut priode mendatang.
Tapi dalam hal ini, Pj Gubsu Agus Patoni dinilai sangat luar biasa. Sebab dia hadir di Sumut disaat provinsi ini akan menghadapi tiga event besar yang pertama PON XXI/2024 dan pemilihan walikota Medan dan Gubsu.
“Untuk itulah saya menghimbau sekaligus meminta Pj Gubsu, bapak Agus Patoni agar segera mengambil alih atau mentake over permasalahan-
permasalahan yang masih terkendala agar pelaksanaan PON tinggal hitungan hari lagi ini dapat berjalan sebagaimana yang diinginkan tuan rumah,” imbuhnya.
Sebab menurutnya, kalau sudah dipercayakan sebagai tuan rumah, maka Sumut harus bisa mensukseskan lima point yaitu, sukses penyelenggara, sukses prestasi, sukses pembangunan veneu, sukses UMKM dan sukses pertanggung jawaban anggaran yang digunakan.
“Jangan pulak seusai event, banyak pula yang dipanggil pihak hukum untuk diminta pertanggung jawaban dari para pejabat yang terlibat dipanitia PB PON,” katanya tegas.
Sedangkan soal Ketua Umum KONI Sumut, eks anggota DPRD Sumut dari Fraksi PAN beberapa tahun silam ini mengatakan, siap maju mencalonkan diri agar lebih bisa berkarya lewat olahraga.
“Insya Allah kalau diizinkan yang maha kuasa, saya siap maju guna memadukan akademisi dengan olahragawan guna membuat program-program yang lebih mumpuni khususnya bidang pembinaan baik atlet senior maupun atlet pemula,” pungkas Rafriandi mengakhiri. (ayu)





