Medan | bisanews.id | Setelah ada intruksi dari Gubsu Bobby Nasution agar para atlet dan pelatih PON XXII Sumut 2024 sudah bisa menerima bonus, Dinas Pemuda dan Olahraga provinsi Sumatera Utara (Disporasu) langsung menyerahkan dana sebesar Rp82 miilyar ke KONI Sumut untuk segera dibagikan.
Dan keresahan soal bonus atlet dan pelatih yang awalnya pajak ditanggung sipenerima, akhirnya terjawab sudah dimana Gubernur Sumatra Utara Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan pemerintah provinsi Sumatra Utara akan menanggung pajak atlet hasil bonus PON XXI dan menambah jumlah bonus untuk atlet beregu.
Hal itu dikatakan Bobby saat seremoni serah terima bonus di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubernur Sumatra Utara, Selasa (25/3/2025) kemarin.
“Untuk itulah kami dari KONI Sumut, telah selesai menyalurkan bonus kemasing-
masing pengprov csbor yang mana pengprov diminta menyalurkannya baik itu peraih medali emas, perak dan perunggu baik untuk perorangan dan beregu,”kata TP Sihombing selaku wakil bendahara KONI Sumut yang diaminkan Ketua John Ismadi daan H Mesna SPd, Jumat (28/3/2025).
Diketahui bonus yang ditetapkan adalah untuk perorangan atlet PON 2024: emas Rp250 juta, perak Rp125 juta, dan peruinggu Rp75 juta. Namun pajak tahun ini ditanggung atlet. Sementara untuk pelatih ditetapkan emas Rp100 juta, perak Rp75 juta dan perunggu Rp50 juta. Itu belum dipotong pajak.
TP Sihombing yang akrab dipanggil ayah ini kembali mengatakan, apa yang dikatakan Gubsu dalam bonus para atlet dan pelatih yang sama-sama berjuang mengharumkan nama baik Sumut dikancag nasional
“Sesuai perintah, semua dana sudah selesai saya salurkan walau sebelumnya kami harus bekerja semakismal mungkin agar tak terjadi kesalahan dalam hal penyalura kepada atlet dan pelatih lewat pengprov olahraga masing-masing,” pungkas ayah Hombing mengakhiri.
Semetara sekum KONI Sumut, Muchrit Nasution yang akrab disapa Choki Nasution mengatakan, mengingat masa kepengurusan masa bhakti 2020 hingga Januari 2025 dimana diperpanjang karena adanya pemberian bonus atlet, maka perjuaangan para atlet harus diberi penghargaan.
“Penghargaan itu berupa bonus dan sudah selesai dilaksanakan. Lalu kami tinggal menggelar rapat pertanggung jawaban kerja selama lima tahun,”katanya mengakhiri. (ayu)





