Medan | bisanews.id | Aksi masyarakat pendukung Surat Edaran Wali Kota Medan Nomor 500-7.1/1540 tentang penataan lokasi dan pengelolaan limbah penjualan daging nonhalal berlangsung damai dan tertib di halaman Balai Kota Medan, Selasa (3/3/2026).
Sejak sore, ratusan warga berdatangan dan membentangkan terpal biru sebagai alas duduk, mulai dari depan Hotel Aryaduta Medan hingga pintu masuk Balai Kota.
Terpal tersebut digunakan sebagai tempat mengikuti rangkaian aksi hingga waktu berbuka puasa. Di lokasi, peserta juga melakukan penandatanganan petisi sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan Wali Kota Medan.
Suasana aksi terasa sejuk dengan kehadiran barisan Polwan dari Polrestabes Medan yang berada di garda terdepan untuk pengamanan. Berbeda dari pola pengamanan pada umumnya, para Polwan tidak membawa tameng maupun perlengkapan taktis.
Mereka justru membentangkan poster berisi pesan-pesan humanis seperti “Sampaikan Aspirasimu, Jaga Martabat Bangsamu”, “Aksi Tertib adalah Cerminan Masyarakat Dewasa”, dan “Jangan Biarkan Provokator Menyusupi Aksi Damai”.
Sebelum aksi dimulai, Kapolrestabes Medan, Jean Calvin Simanjuntak, memberikan arahan kepada seluruh personel pengamanan agar mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis.
Ia menegaskan, bahwa tugas pengamanan bukan sekadar menjaga ketertiban, tetapi juga memastikan masyarakat merasa dihargai saat menyampaikan aspirasi.
Selama kegiatan berlangsung, petugas melakukan rekayasa arus lalu lintas di simpang Jalan Kapten Maulana Lubis–Imam Bonjol guna menjaga kelancaran mobilitas warga.
Kendaraan yang melintas di depan Aryaduta diarahkan ke jalur alternatif untuk menghindari kepadatan di sekitar lokasi aksi.
Menjelang malam, saat massa mulai membubarkan diri, para Polwan yang sejak awal mengawal jalannya aksi berinisiatif melakukan aksi bersih-bersih di sekitar lokasi.
Dengan sarung tangan sederhana, mereka memungut plastik, kemasan makanan, sisa minuman, hingga potongan kertas yang tertinggal di sepanjang jalur aksi—mulai dari depan Aryaduta hingga ke halaman Balai Kota.
Rangkaian tindakan humanis ini menjadi gambaran nyata upaya Polri menghadirkan keamanan yang berpadu dengan kepedulian sosial.
Aksi damai hari itu pun berakhir tidak hanya dalam suasana tertib, tetapi juga meninggalkan kuat tentang pentingnya menjaga Keamanan sekaligus kebersihan sebagai tanggung jawab bersama. (rel/a yu)





