Jakarta | bisanews.id | Sudah tepat Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal Pol Suyudi Ario Seto menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo sore ini di Istana Negara, Jakarta, Kamis 1 Oktober 2026.
Pergentian pimpinan Polri inipun diharapkan dapat merubah arah baru inshan bhayangkara lebih profesional sesuai asta cita reformasi Polri.
Sebagai Kapolri baru pengganti Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Suyudi terbilang orang baru dari di luar lingkaran Listyo Sigit. Lama di reserse, pernah di BNN, pernah jabat strategis di Polda dan Mabes. Apa strategi akan dilakukan Suyudi ke depan?
Jenderal Suyudi punya visi utama yaitu menajdikan “Polri Bersama Masyarakat, Menegakkan Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045”. Dia tidak mau lanjutin gaya lama Kapolri. Suyudi bawa 6 program prioritas dan strategi baru, yaitu;
1. Akhiri “No Viral No Justice”
Suyudi bilang paling muak sama fenomena lapor harus viral dulu baru diproses. Strategi yang dibuatnya adalah semua laporan harus alurnya jelas: lapor – diverifikasi-ditangani-diberi kabar – diselesaikan.
Suyudi mau polisi wajib update perkembangan perkara, tidak boleh diam dan menunggu seperti loket antrian.
2. Berantas Kejahatan Lintas Negara
Fokusnya: cyber crime, online scam, perdagangan orang, narkotika, judi online, TPPU. Caranya: digital forensik, pelacakan aset, kerja bareng Interpol dan ASEANAPOL.
3. Perampingan Mabes, Kuatkan Polres dan Polsek
Strukturnya dibalik: Mabes Polri dibikin ramping strategis, tapi Polres dan Polsek jadi ujung tombak yang dekat rakyat, terkhusus di daerah.
4. SDM Bersih – No Titip Menitip
Rekrutmen dan promosi jabatan ditutup buat praktik titipan, transaksi, sponsorship. Suyudi pastikan dirinya Siap dinilai dari hasil, bukan janji.
5. Pelayanan Digital Anti-Pungli
SIM, SKCK, dan layanan lain didigitalkan biar transparan dan gak ada celah pungli.
6. Penegakan Hukum Kualitas, Bukan Kuantitas
Tidak kejar banyak-banyakan kasus, tapi kualitas case management plus digital forensik yang dikuatkan.
Suyudi menegaskan program bagus dari Listyo Sigit dilanjutin, yang tumpang tindih disederhanakan, yang menyimpang dikoreksi. Suyudi janji Polri ditingkat Polres dan Polsek jadi ujung tombak.
Begitu juga cara kerja digital forensik dan pelacakan aset jadi senjata paling ampuh. Jika ini benar terwujud ditangan Suyudi, cap “buruk” Polri pasti terkikis.
Kenapa? Karena masalah terbesar Polri sekarang bukan kurang kasus, tapi “kepercayaan publik anjlok”.
Survei terakhir kepercayaan ke Polri sempat di bawah 60% – paling rendah di antara aparat penegak hukum. Jadi cocok kalau Suyudi pilih perbaiki Polri dari dalam dulu. Yaitu; Yang bikin rakyat gak seneng selama ini.
Rekrutmen dan jabatan pakai uang titipan. Polisi arogan di jalan, kasus tilang pungli. Lapor harus viral dulu, kalau gak viral didiemin, kasus besar kayak judi online & narkoba kayak gak habis-habis.
Suyudi mau polisi tidak kehilangan wibawa karena ramah. Kewenangan kuat harus disertai juga dengan pengawasan kuat.
Propam dan Irwasum diperkuat, bukan cuma formalitas. “No titip-menitip” ini yang paling sensitif di internal Polri karena selama ini jadi rahasia umum.
Jika SDM internal Polri masih bobrok, mau disuruh beresin apa pun di republik ini hasilnya bakal sama – malah jadi ajang pemerasan baru. Jadi strateginya: bersih-bersih dulu ke dalam, baru keluar berantas kejahatan.
Tapi ya, tantangannya berat. Di internal Polri itu resistensinya besar. Banyak jenderal lama yang gak seneng kalau sistem rekrutmen dan promosi dibikin transparan.
Presiden Prabowo sepertinya berharap besar kepada Jenderal Suyadi untuk program Reformasi Polri. Prabowo tidak milih senior yang paling tua atau yang paling dekat Listyo, dia milih Suyudi yang track record-nya baik di reserse dan pemberantasan.
Kenapa Prabowo berharap besar? Suyudi bukan orang dalam dan bukan orang lama Mabes Polri. Suyudi itu Akpol 1994, bukan 1991 kayak Listyo.
Artinya bukan dari lingkaran inti Mabes yang lama. Prabowo butuh orang yang berani bongkar, bukan yang jaga status quo.
Prabowo kan lagi fokus perang narkoba dan judi online. Ini 2 program Asta Cita Prabowo. Suyudi pernah di BNN, di Bareskrim. Jadi klop sama prioritas Presiden.
Prabowo pernah bilang di Rapim TNI-Polri, bahwa Polri harus kembali jadi pelindung rakyat, bukan ditakuti rakyat. Itu adalah pesan langsung buat Jenderal Suyudi.
Tapi bebannya berat: Prabowo janji reformasi Polri di 100 hari pertama pemerintahan baru. Kalau Suyudi gagal, yang kena imbas bukan cuma Polri, tapi kredibilitas Prabowo sendiri.
Makanya, visi “Polri Bersama Masyarakat” itu bahasa politiknya Polri harus jadi alat negara buat Indonesia Emas, bukan jadi negara di dalam negara. Kita lihat saja 3 bulan pertama setelah pelantikan.
“Kalau rekrutmen Akpol 2027 nanti beneran bersih tanpa titipan, berarti, “Suyudi serius.
Mudah mudahan apa yang diharapkan Prabowo untuk Reformasi Polri berhasil terjadi ditangan Suyudi.
Semua orang di Indonesia sebenernya harapannya simple saja: kalau lapor ke Polsek gak perlu bawa orang dalam, gak perlu viral dulu di media sosial, itu saja udah reformasi besar.
Prabowo sudah kasih jalan, Suyudi sudah kasih janji. Sekarang tinggal kita kawal. Semoga beneran jadi arah baru Bhayangkara yang bersih dan dekat sama rakyat, bukan cuma ganti baju saja. (rel/ayu)





