ASAHAN I BisaNews.id I Proyek Strategis Nasional (PSN) pembangunan jaringan pipa transmisi gas Dumai–Sei Mangkei (Dusem I) resmi memasuki wilayah Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.
Selain menjadi bagian dari penguatan infrastruktur energi nasional, proyek bernilai strategis ini juga mulai menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar jalur pembangunan.
Seiring dimulainya proses pemasangan pipa di sejumlah titik Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), pengguna jalan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan karena berpotensi terjadi perlambatan arus kendaraan.
Meski demikian, pelaksana proyek memastikan berbagai langkah telah disiapkan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan normal. Staff Perizinan KSO Wika-Nindya, Bintang Alif, mengatakan pekerjaan penanaman pipa dilakukan di sepanjang sisi Jalinsum sehingga berpotensi mempergaruhi kelancaran lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk. Namun, pihaknya menegaskan pengaturan lalu lintas telah menjadi perhatian utama selama proses konstruksi berlangsung.
“Sepanjang pengerjaan di wilayah Jalan Lintas Sumatera Kabupaten Asahan memang berpotensi terjadi perlambatan arus lalu lintas karena pipa ditanam di sepanjang jalan. Namun manajemen proyek telah melakukan upaya maksimal melalui pengaturan lalu lintas sehingga mobilitas masyarakat tetap berjalan dengan lancar,” kata Bintang Alif kepada Bisanews.id, Jumat (7/8/2026).
Menurutnya, petugas pengatur lalu lintas disiagakan di setiap titik pekerjaan. Selain itu, rambu-rambu keselamatan dipasang untuk memberikan informasi kepada pengguna jalan, termasuk penerapan sistem buka-tutup arus apabila kondisi di lapangan mengharuskannya.
Tak Sekedar Bangun Pipa, Proyek Juga Gerakkan Ekonomi Warga Di balik aktivitas konstruksi yang tengah berlangsung, proyek ini mulai memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat sekitar.
KSO Wika-Nindya melibatkan tenaga kerja lokal dalam berbagai tahapan pekerjaan. Kebijakan tersebut membuka peluang kerja bagi warga sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi di desa-desa yang dilintasi jalur proyek.
Kehadiran para pekerja juga memberikan keuntungan bagi pelaku usaha kecil, seperti warung makan, kedai minuman, hingga penyedia kebutuhan harian. “Kami juga mempekerjakan tenaga kerja dari masyarakat sekitar.
Selain membuka lapangan pekerjaan, kebutuhan makan, minum, maupun kebutuhan harian pekerja sebagian besar dibeli dari warung dan pelaku usaha lokal di sekitar titik proyek. Ini tentunya memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Bintang menilai proyek tersebut memiliki multipiier effect yang cukup besar karena tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga menggerakkan sektor usaha mikro dan meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitar lokasi pembangunan.
Proyek Energi Strategis Sepanjang 541,8 Kilometer Jaringan pipa transmisi gas Dumai–Sei Mangkei dibangun dengan panjang mencapai 541,8 kilometer yang menghubungkan Provinsi Riau dan Sumatera Utara. Infrastruktur ini ditargetkan rampung pada akhir 2027.(KIKI)






