ASAHAN I BisaNews.id I Proyek pembangunan jaringan pipa transmisi gas Dumai-Sei Mangkei (Dusem) sepanjang 541 kilometer yang melintasi wilayah Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, pada segmen Belawan sampai Labuhan batu (Dusem Segmen 1) resmi dimulai, ditandai dengan pengelasan pertama (first welding), Rabu (29/4/2026).
Pengelasan pertama dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Pipa Transmisi Dusem Segmen I, Imoda, didampingi tenaga ahli Yalbert Kudus dan Prof. Bagus Budianto selaku project manager dan tenaga ahli pembangunan.
“Ini bagian dari PSN (Proyek Strategis Nasional). Nanti akan terhubung dari Belawan sampai Duri. Kalau ini nanti sudah terhubung, maka ketahanan energi kita akan jauh lebih baik. Jadi ini sangat penting sekali, semacam jalan tolnya gas,” kata Bagus Budianto saat memberikan penjelasan kepada wartawan.
Nantinya, proyek Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini akan memberikan kebermanfaatan yang lebih berkelanjutan untuk masyarakat dalam rangka menyediakan gas bumi yang semakin terjangkau dari segi harga untuk sektor komersial dan industri, serta rumah tangga.

Sementara itu, Yalbert Kudus selaku pendamping tenaga ahli mengatakan, proyek pipa transmisi Dusem ini terbagi dalam dua segmen yang dalam satu segmen terbagi dalam tiga proyek.
“Ini kebetulan kita first welding di segmen 1B posisi kita, dengan panjang total 541. Jadi kalau yang di 1B ini sekitar 126 kilometer. Yang ini sekitar kita proyeksi akhir tahun selesai,” ujarnya.
Proyek yang memiliki nilai investasi dengan total pagu sebesar Rp 6,5 Triliun ini dirancang untuk memiliki volume desain sebesar 109,2 MMSCFD. Pembangunan yang telah dimulai sejak Desember 2025 dan ditargetkan rampung pada Desember 2027 ini diharapkan dapat mengintegrasikan jaringan pipa transmisi gas di sepanjang Pulau Sumatera, guna mendukung hilirisasi industri dan penyediaan energi bersih bagi masyarakat.
Yalbert Kudus berharap proses pengiriman pipa dan pekerjaan pembangunan pipa transmisi ini dapat berjalan dengan baik dan lancar serta selesai tepat waktu, sehingga pada akhirnya dapat memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.(KIKI)





