Seratusan Pendeta Temui Rahudman Minta Dukungan Soal Hak Kaum Minoritas

Seratusan Pendeta Temui Rahudman Minta Dukungan Soal Hak Kaum Minoritas
Rahudman Harahap saat berbicara di hadapan seratusan pendeta, di Pendopo Khadijah, Kompleks Tasbi, Medan, Sumatra Utara, Selasa (31/1/2023). (Foto : Ayu/Pewarta/Bisanews.id).

MEDAN | Bisanews.id | Seratusan pendeta dari berbagai gereja di Sumatra Utara (Sumut) yang tergabung dalam Forum Bersama Umat Kristiani Indonesia (FBUKI) Sumut menemui Tokoh Masyarakat Sumut, H. Rahudman Harahap, Selasa (31/1/2023) sore, di Pendopo Khadijah, Kompleks Tasbi, Medan, Sumatra Utara.

Ketua Umum FBUKI Sumut, Dr. Restu Utama, SH, MPd mengatakan, kedatangan mereka selain untuk melakukan temu ramah dan berdialog merajut kembali kebersamaan yang pernah terjalin saat Rahudman menjabat sebagai Wali Kota Medan, juga untuk meminta dukungan dalam upaya mereka memperjuangkan hak-hak kaum minoritas di Indonesia.

Restu menyampaikan, FBUKI dibentuk setahun lalu sebagai wadah kebersamaan jemaah gereja di Sumut, baik pendeta, sintua, maupun umat Kristiani lainnya.

Keberadaan FBUKI, ucapnya, telah dirasakan manfaatnya. Melalui perjuangan forum itu, Pemprov Sumut akhirnya kembali merevisi Pergub No. 19 Tahun 2022 yang sempat meniadakan bantuan hibah pemerintah terhadap gereja-gereja kharismatik di Sumut.

“Saat ini kita intens melakukan pertemuan dengan para tokoh, dan hari ini dengan Bapak Rahudman Harahap. Tujuannya, untuk membangun kebersamaan dan memberi pendidikan politik bagi para pendeta dan sintua tentang calon-calon pemimpin yang patut didukung, karena komitmennya yang siap memperjuangkan hak-hak minoritas,” ujar Restu.

Rahudman Harahap, lanjutnya, mereka kenal sebagai tokoh kerukunan di Sumatra Utara dan mantan pejabat yang sangat toleran, tidak membeda-bedakan umat beragama.

“Semasa Pak Rahudman menjabat sebagai Wali Kota Medan, banyak umat Kristiani di Kota Medan yang terbantu. Sebagai pemimpin, beliau memperhatikan dan mengayomi semua agama yang ada. Banyak izin-izin pendirian gereja yang sebelumnya tersendat, oleh beliau diberi izin pendiriannya. Dan banyak terobosan lainnya yang beliau lakukan yang sangat dirasakan manfaatnya, sehingga kami umat Kristen yang minoritas tidak merasa dianaktirikan dibanding umat agama lain oleh pemerintah kota waktu itu,” paparnya.

Pada kesempatan itu dia juga menyampaikan harapan umat Kristiani di Sumut terhadap Rahudman yang diketahui akan maju sebagai Anggota DPR RI dari Sumut.

“Maju dari partai mana pun beliau, kami doakan beliau terpilih, dan kami juga siap mendukung beliau. Kami hanya menitip pesan bila beliau terpilih, agar dapat memperjuangkan aplikasi SKB 3 Menteri, terutama terkait pendirian rumah ibadah
Karena, dalam kenyataan di lapangan, banyak pendirian rumah-rumah ibadah umat Kristen yang dihalang-halangi, dan sulit mendapat izin,” ucapnya.

Sementara Rahudman Harahap mengucapkan terima kasih atas dukungan dan doa para pendeta tersebut terhadap dirinya.

Rahudman mengatakan, dengan adanya pertemuan itu bisa terjalin kepercayaan antara satu dengan yang lain.

Untuk itu, lanjutnya, dirinya juga telah menggagas Bring Back Trust, sebagai sebuah prinsip untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin, pemerintah, dan institusi, serta lembaga-lembaga negara.

“Kegiatan yang saya lakukan tak lain hanya bersilaturahmi dengan masyarakat, mengunjungi masyarakat di berbagai daerah, dan hadir saat diundang masyarakat, juga dalam rangka membangun kepercayaan itu. Dan saya tidak membeda-bedakan apapun suku, agama, ataupun partai politiknya, karena saya tidak pernah bicara soal politik saat bertemu masyarakat dan tokoh-tokoh. Soal politik dan soal saya maju sebagai calon anggota DPR RI dari Partai Nasdem, itu urusan nanti. Yang terpenting sekarang adalah membangun jembatan hati, membangun silaturahmi agar tumbuh kepercayaan masyarakat,” ujar Rahudman.

Karena itu, tambahnya, saat ia menjabat Wali Kota Medan, dia juga dekat dengan semua kalangan, semua suku, semua agama, dan memperhatikan semua agama, karena itu adalah kewajiban seorang pemimpin agar kepemimpinannya dipercayai dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakatnya.

Lebih lanjut, Rahudman menyampaikan, dirinya siap untuk membantu apapun yang menjadi kendala dan permasalahan yang dihadapi umat Kristen di Kota Medan dan Sumatra Utara, meskipun saat ini ia bukan seorang pejabat.

Di kesempatan ini, Rahudman juga menyampaikan perlunya dibangun kebersamaan, saling mempercayai dan saling menghargai antar umat beragama, demi terwujudnya Sumut yang bermartabat.

“Mari bersama kita bangun Sumut ini menjadi Sumut yang bermartabat, Sumut yang aman dan kondusif. Peran para tokoh agama, para pendeta, para sintua dalam hal ini sangat penting dan dibutuhkan dalam menuntun umatnya masing-masing dalam mewujudkan kedamaian dan kebersamaan dalam bingkai NKRI,” ucapnya.

Pada pertemuan itu juga dilakukan dialog. Sejumlah pendeta membeberkan berbagai permasalahan yang mereka hadapi, serta menyampaikan kesan-kesannya terhadap Rahudman.

Writer: AyuEditor: Abdul Muis