Serdang Bedagai Jadi Lokus Kajian BRIN, Perkuat Implementasi Penanggulangan Bencana

Serdang Bedagai Jadi Lokus Kajian BRIN, Perkuat Implementasi Penanggulangan Bencana
Kepala Bapperida Kabupaten Serdang Bedagai, Romian Parulian Siagian, S.STP., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada BRIN saat rapat penguatan implementasi Rencana Penanggulangan Bencana Provinsi Sumatera Utara 2023–2027 di Aula Bapperida Sergai, Rabu (29/4/2026).

SERGAI | Bisanews.id | Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar rapat bertajuk Penguatan Implementasi Rencana Penanggulangan Bencana Provinsi Sumatera Utara 2023–2027: Tantangan, Strategi, dan Rekomendasi Kebijakan di Aula Bapperida, Rabu (29/4/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari kajian yang dilaksanakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah. Kabupaten Serdang Bedagai dipilih sebagai salah satu lokus kajian karena karakteristik wilayahnya yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi, khususnya banjir.

Tim BRIN yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri dari Ketua Tim Kajian, Sri Ayu Suryani, S.IP., M.Si., serta anggota tim Dedy Rolando Limbong, S.Sos. Turut hadir Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sergai dan sejumlah perangkat daerah terkait, di antaranya BPBD, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Lingkungan Hidup (Perkim-LH), Dinas Sosial, serta Camat Sei Rampah dan Camat Tanjung Beringin.

Rapat dibuka oleh Kepala Bapperida Sergai, Romian Parulian Siagian, S.STP., M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada BRIN atas kepercayaan yang diberikan kepada Sergai sebagai lokasi kajian. Ia juga menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam penanggulangan bencana.

“Bagi kami, bencana bukan sekadar peristiwa yang dibahas, tetapi realitas yang terus berulang dan harus diputus siklusnya,” ujarnya.

Romian menegaskan bahwa penanggulangan bencana tidak hanya berfokus pada penanganan saat kejadian, tetapi juga harus diarahkan pada upaya mitigasi yang terencana dan terintegrasi dalam kebijakan pembangunan daerah.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sergai, Rico Ebtian, S.STP., M.Si., mengungkapkan bahwa sejumlah wilayah di Sergai, khususnya Kecamatan Sei Rampah dan Tanjung Beringin, masih menghadapi ancaman banjir yang cukup tinggi. Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi serta kesiapsiagaan lintas sektor.

Dalam pemaparannya, tim BRIN menjelaskan bahwa kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan dalam implementasi Rencana Penanggulangan Bencana (RPB), menganalisis kesenjangan kebijakan dan kelembagaan, serta merumuskan strategi penguatan yang selaras dengan kebutuhan daerah.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari perangkat daerah dan pihak kecamatan, terutama terkait kondisi wilayah rawan banjir serta kebutuhan penanganan yang lebih terintegrasi dan berbasis data.

Usai rapat, tim BRIN melanjutkan kegiatan dengan meninjau langsung lokasi terdampak bencana di Kecamatan Sei Rampah dan Tanjung Beringin. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan survei lapangan serta wawancara dengan masyarakat terdampak guna memperoleh gambaran komprehensif kondisi riil di lapangan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat dihasilkan rekomendasi kebijakan yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga aplikatif dan sesuai dengan kondisi daerah, sehingga mampu memperkuat upaya mitigasi serta mengurangi risiko bencana di Kabupaten Serdang Bedagai. (Her)