Surat Rekomendasi Bayar, Drama Pungli Asprov PSSI Sumut Belum Berakhir

Surat Rekomendasi Bayar, Drama Pungli Asprov PSSI Sumut Belum Berakhir
Logo PSSI. (Foto : ist)

Medan | bisanews.id | Drama ‘pungutan liar’ atau Pungli’ dalam gelaran event naungan Asprov PSSI Sumut masih belum berakhir. Ini terlihat keluhan yang disampaikan bolamania di daerah ini.

Menurut narasumber layak dipercaya, dalam setiap meminta rekomendasi kegiatan dari Asprov PSSI Sumut harus mengeluarkan dana terbilang lumayan dan mencapai jutaan rupiah.

Bukan cuma itu, untuk menjadi plt askab dan askot dikenakan biaya liar (tidak diatur dalam pedoman organisasi – red).

Bahkan, beredar rumor untuk menjadi kordinator (pengganti askab dan askot) di kabupaten dan kota dikenakan biaya Rp 30 juta. Entah dari mana datang nya itu. “Tapi itulah yang beredar sekarang,” kata pengamat sepakbola yang tak ingin disebut kan namanya.

Untuk oknum pengurus Asprov PSSI Sumut ini bukan kali ini saja beredar tapi terjadi saat kepengurusan era sebelum nya. Tapi, kepengurusan kali terbilang lebih ganas dari sebelumnya

Informasi lain nya, SP yang sebelumnya mengklaim sebagai pengurus Asprov PSSI Sumut diduga melarikan dana kegiatan. Bahkan, beliau dikatakan memperpanjang SK plt askab dan askot tanpa sepengetahuan plt ketua Asprov PSSI Sumut

“Benar benar menyesakkan. Kalau tidak dibayar rekomendasi kegiatan tak keluar,”ujarnya

Sementara R L panitia salah satu event futsal mengaku telah memasukkan permohonan rekomendasi penugasan wasit untuk tersebut, namun belum ada jawaban dari Asprov nya

Tapi informasi yang beredar didapat nya, setiap kegiatan dikenakan biaya rekomendasi. Dalil untuk pembinaan Asprov PSSI Sumut.

“Kalau benar tak masalah. Apa ada peraturan yang di tetapkan dalam kongres. Jangan jangan peraturan yang dibuat buat,”sebutnya mengakhiri. (rel/ayu)