ASAHAN I BisaNews.id I Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Pendidikan Wilayah V, Provinsi Sumatera Utara, Yafizham Parinduri,S.Sos,M.AP terkesan bungkam saat dimintai tanggapan tentang proyek revitalisasi dan kutipan uang SPP di SMA Negeri 1 Simpang Empat, Kabupaten Asahan.
Dirinya seolah tak berani memberikan tanggapan tentang proyek dan kutipan uang SPP tersebut saat di doorstop sejumlah wartawan setelah momen kegiatan Hari Guru di SMK Negeri 1 Kisaran, Selasa (25/11/2025).
Bahkan dirinya juga seperti shock saat divideokan oleh wartawan dan meminta untuk tidak melanjutkan wawancara atau konfirmasi.
“Ini divideo ya? Supaya apa?,” tanya Yafizham.
Kemudian dijawab oleh wartawan “iya, kita kan konfirmasi dan wawancara,” jawab Wartawan.
Selanjutnya, Kacabdis tersebut langsung menolak wawancara. “Oh, nanti aja lah kalau gitu, nanti aja. Nanti disaat waktu yang tepat,” katanya dengan raut wajah takut dan menghindari Wartawan.
Kemudian, wartawan tetap menanyakan tanggapannya tentang proyek revitalisasi dan kutipan uang SPP di SMA Negeri 1 Simpang Empat, tapi dirinya tetap mengelak dengan alasan akan mempelajari dulu dan tidak mau memberikan kepastian kapan akan menjawabnya.
“Kami pelajari dulu ya. Kami pelajari dulu,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Simpang Empat, Kabupaten Asahan sulit untuk dikonfirmasi terkait dugaan kecurangan pengerjaan proyek revitalisasi senilai Milyaran Rupiah.
Selain itu, telah ditemukan juga adanya pungli terhadap para siswa dengan modus uang SPP senilai Rp60 ribu persiswa.
Kepala SMA Negeri 1 Simpang Empat Asahan, Wicaksono terkesan selalu menghindari konfirmasi dari beberapa wartawan.
Hal itu terlihat disaat beberapa kali hendak ditemui dan dimintai konfirmasi oleh Wartawan terkait proyek revitalisasi yang memakan biaya milyaran rupiah.
Terakhir, Senin (24/11/2025), Wicaksono tampak tidak ada di sekolah. Padahal, di sekolah tersebut sedang ada acara yang cukup penting berupa pentas seni. Akan tetapi, Kepala Sekolah Wicaksono tidak ada ditempat.
Terkait dengan adanya dugaan kecurangan dalam pengerjaan proyek tersebut, kru media ini sudah berupaya melakukan konfirmasi dengan mendatangi lebih dari lima kali sekolah tersebut. Namun, baik guru maupun staf, terkesan menutupi keberadaan Kepala Sekolah dengan alasan sedang keluar.
“Sedang keluar pak,” kata guru dan petugas piket.
Kemudian, upaya lain untuk konfirmasi juga dilakukan, dengan menghubungi lewat sambungan telepon WhatsApp. Namun tidak diangkat, kemudian dikonfirmasi lewat pesan WhatsApp, juga tidak ditanggapi.
Alih-alih, nomor WhatsApp kru media ini malah diblokir. Hal ini patut diduga bahwa Kepala Sekolah Wicaksono terkesan lari saat hendak dikonfirmasi.
Selain dugaan kecurangan proyek revitalisasi, Kepala Sekolah juga diduga melakukan pungli terhadap siswa dengan modus uang SPP.(KIKI)





