TAPANULI SELATAN | Bisanews.id |Wakil Bupati Tapanuli Selatan, H. Jafar Syahbuddin Ritonga, mengajak Bank Sumut untuk memperkuat peran strategisnya dalam mendukung program prioritas Pemkab Tapanuli Selatan, terutama di tengah tekanan fiskal dan proses pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah. Ajakan itu disampaikan dalam peresmian Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Sumut Saipar Dolok Hole di Kelurahan Sipagimbar.
Dalam sambutannya, Jafar menekankan bahwa kemitraan antara pemerintah daerah dan Bank Sumut semakin penting menghadapi dinamika fiskal tahun 2026. Ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Tapanuli Selatan diproyeksikan mengalami penurunan signifikan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat, dengan nilai yang mencapai ratusan miliar rupiah.
“Penurunan sumber pendanaan ini tentu membawa konsekuensi pada agenda pembangunan, mulai dari infrastruktur hingga sektor sosial yang langsung menyentuh masyarakat,” ujar Jafar.
Ia menambahkan, kondisi tersebut mengharuskan pemerintah daerah bergerak lebih efisien sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Karena itu, kolaborasi dengan lembaga keuangan daerah seperti Bank Sumut menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Wabup juga menyoroti salah satu program prioritas Pemkab Tapanuli Selatan, Gerakan Seribu Kolam, sebagai contoh pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal. Program itu memerlukan dukungan permodalan, distribusi pakan, serta ekosistem usaha perikanan yang terintegrasi. “Kehadiran layanan Bank Sumut menjadi penopang penting dalam memastikan percepatan program ini,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Keuangan dan Teknologi Informasi Bank Sumut, Arieta Aryanti, mengatakan pembukaan KCP Saipar Dolok Hole merupakan bagian dari strategi pemerataan akses layanan keuangan yang menjadi komitmen Bank Sumut. Ia menjelaskan bahwa perluasan jaringan layanan bukan hanya ekspansi bisnis, melainkan langkah memperkuat inklusi keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dari tingkat dasar.
“Sebagai mitra pemerintah daerah, Bank Sumut hadir melalui program dan layanan yang menunjang penguatan ekonomi masyarakat. Transformasi layanan kami tidak hanya berfokus di kota besar, tetapi juga menjangkau kecamatan, desa, hingga wilayah pedalaman,” ujar Arieta.
Ia menambahkan bahwa akses layanan keuangan yang memadai menjadi fondasi penting untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana dan menghadapi tantangan fiskal ke depan. Dengan jaringan yang semakin luas, masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk mendapatkan pembiayaan, menabung, hingga memulai atau mengembangkan usaha produktif.
Di tengah tekanan fiskal serta proses pemulihan bencana, sinergi antara Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan Bank Sumut dinilai menjadi kunci menjaga ritme pembangunan. Kolaborasi ini sejalan dengan visi Sinergi Tapsel Bangkit, yang mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama memperkuat fondasi ekonomi masyarakat.(Herry)





