Aset DKI akan Danai Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur, Indonesia

Aset DKI akan Danai Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur, Indonesia
Foto : Tangkapan layar dari video pendek yang memperlihatkan visualisasi desain Garuda untuk Istana Negara di ibu kota baru. Video pendek tersebut berkembang viral belakangan melalui berbagai media sosial dan grup perpesanan instan. (Bisanews.id/Tempo)

BISANEWS.ID I JAKARTA I Rencana Pemerintah untuk penggunaan aset yang ada di DKI Jakarta untuk mendanai proyek Ibu Kota baru di kalimatan Timur melalui Kementerian Keuangan, Direktur Barang Milik Negara Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Encep Sudarwan menjelaskan, total nilai asset DKI Jakarta berupa bangunan dan tanah pada tahun 2020 sekitar Rp. 1.000 triliun.

‘Pengoptimalisasian aset DKI Jakarta supaya bisa mendanai pembangunan Ibu Kota baru di Kalimantan Timur tidak harus di jual , melainkan disewakan dan hasilnya yang digunakan,dan sekarang Pemerintah sedang memilah-milah aset mana yang bisa disewakan.”kata Encep, Jumat, 26 November 2021. (sumber Tempo)

Walaupun dalam pelaksanaannya nanti, Encep memastikan bahwa pemerintah tidak terburu-buru dalam menjual maupun menyewakan aset-aset tersebut, senile Rp 1 kuadriliun tersebut.

Total aset negara pada tahun lalu mencapai Rp 11.098,67 triliun. Nilai itu naik 6,02 persen jika dibandingkan dengan tahun 2019 yang sebesar Rp 10.467,53 triliun.” Ujar Encep.

Adapun Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebelumnya menyebutkan pembangunan ibu kota baru membutuhkan biaya US$ 35 miliar atau sekitar Rp 502 triliun (asumsi kurs Rp 14.340 per dolar AS).

Hal tersebut disampaikan saat ia menghadiri Indonesia – Persatuan Emirat Arab (PEA) Investment Forum yang berlangsung di Dubai, Kamis, 4 November 2021.

Jokowi menyatakan pembangunan IKN itu merupakan salah salah satu prioritas kerja sama antara Indonesia dan Persatuan Emirat Arab.

Prioritas kedua setelah pembangunan ibu kota baru adalah di bidang transisi energi dengan mengundang investor dan teknologi dengan harga terjangkau.

Sedangkan prioritas ketiga yang disebutkan kepala negara adalah di sektor perdagangan.

Baca Juga:  SMSI Sumut Peroleh Penghargaan Nasional Kemerdekaan Pers

Related posts