MEDAN | Bisanews.id |Ketua National Paralympic Committee (NPC) Sumatera Utara (Sumut), Alan Sastra Ginting mengaku sangat kecewa, karena atletnya hanya menjadi penonton ketika atlet berprestasi SEA Games 2023 Kamboja dan Asian Games 2023 Hangzhou menerima bonus.
Hal itu disampaikan Alan saat ditemui di ruang kerjanya, Minggu (31/12/2023).
Menurut dia, pemberian bonus tidak seharusnya dilakukan di depan para atlet disabilitas yang juga ikut menoreh prestasi di ASEAN Para Games Kamboja dan Asian Para Games Hangzhou.
Alan menilai, harusnya atlet yang sama-sama berjuang untuk provinsi dan negara mendapat perhatian yang sama.
“Pemerintah Sumatera Utara telah memberikan tali asih kepada atlet SEA Games dan Asian Games, dan kita sangat mengapresiasi hal itu. Tapi mengapa atlet disabilitas yang mengikuti event di ajang ASEAN Para Games Kamboja dan Asian Para Games Hangzhou, China, tidak dapat. Padahal, kami mampu mendulang prestasi yang membanggakan, malah tidak dapat tali asih dari Pemerintah Sumut,” kata Alan kesal.
“Tandanya Pemprovsu telah melakukan diskriminasi terhadap atlet-atlet disabilitas yang punya prestasi membanggakan di kancah internasional. Sementara, pemerintah pusat melalui Presiden dan Kemenpora tidak lagi memandang perbedaan. Sedangkan di Sumut masih sebelah mata melihat perjuangan atlet-atlet disabilitas,” ucap peraih emas ASEAN Para Games 2021 itu.
Dikatakannya, selama ini pihaknya terus berkomunikasi dengan Komisi E DPRD Sumut, agar bonus atlet disabilitas bisa terealisasi, sehingga para atlet terus semangat dalam berlatih guna menghadapi event besar mendatang.
Termasuk, imbuhnya, intens berkomunikasi dengan Dispora dan Bappeda terkait anggaran bonus.
“Kita lihat miris, ya, kenapa atlet KONI dapat, tapi atlet NPC Sumut tidak. Padahal, bonus ini sangat mereka butuhkan di tengah keterbatasan mereka untuk bekerja. Selain itu, juga sangat mereka harapkan untuk modal buka usaha,” ujar Alan.
Sebelumnya, anggota Komisi E DPRD Sumut, Hendro Susanto, Jumat (29/12/2023), mengatakan, dalam dokumen perjalanan rapat selama 2023 tidak ditemukan adanya usulan bonus NPC.
Namun, dia mengaku, pihaknya telah mencoba memperjuangkannya di rapat Banggar untuk diajukan kembali ke BPKAD supaya ditampung di P-APBD 2023.
“Kami mohon maaf, bukan luput. Tapi, fokus tadi pada PON. Jadi, inilah kita gunanya saling melengkapi, saling menegur. Tapi, bagi kami tidak ada istilah terlambat. Komisi E akan berjuang terus bagaimana bonus bagi atlet NPC Sumut bisa segera diberikan pemerintah. Intinya, kami tidak ada mendiskriminasikan antara atlet berprestasi dengan NPC,” kata Hendro.
Sementara, Pengamat Olahraga Sumut, Indra Rangkuti menilai, perjuangan para atlet NPC Sumut memang pantas mendapat apresiasi dari pemerintah Sumatera Utara.
Dia berharap, kondisi ini harus cepat mendapat respons dari pemerintah, agar tidak menjadi polemik yang bisa mengganggu persiapan menuju Peparnas 2024, bahkan event internasional mendatang.
“Mudah-mudahan, kondisi ini tidak mempengaruhi psikis mereka untuk berlaga di Peparnas 2024 dan juga Paralimpik di Paris mendatang,” harap Indra.
Sekedar informasi, di ASEAN Para Games 2023 Kamboja, atlet NPC Sumut menyumbangkan 20 emas, 17 perak, dan 12 perunggu, sekaligus membawa Indonesia juara umum tiga kali berturut-turut. Sedangkan di Asian Para Games 2023 Hangzhou, Sumut kembali menyumbangkan 8 emas, 5 perak, dan 4 perunggu. (ayu)





