HIPMI Batubara

Bupati Batu Bara Minta Tim Penanganan Stunting Saling Bersinergi

Bupati Batu Bara Minta Tim Penanganan Stunting Saling Bersinergi
Bupati Batu Bara Ir. H. Zahir, MAP menyampaikan arahannya pada acara Pemetaan dan Analisis Situasi Program Stunting, di Aula Singapore Land, Rabu (18/5/2022). (Foto: Dok-Kominfobb/Bisanews.id).

BATU BARA | Bisanews.id | Bupati Batu Bara Ir. H. Zahir, MAP minta Tim Penanganan Percepatan Penurunan Stunting tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa/kelurahan untuk segera bersinergi mengatasi penyebab permasalahan stunting.

Penegasan itu disampaikan Zahir dalam arahannya pada acara Pemetaan dan Analisis Situasi Program Stunting yang diadakan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) di Aula Singapore Land, Rabu (18/5/2022).

Menurut Zahir, penanganan stunting harus terstruktur, terdata, dan terkoordinasi oleh seluruh dinas terkait. Karena semuanya merupakan tanggung jawab bersama.

“Struktur organisasinya harus jelas. Karena pemetaan dan analisis situasi program stunting ini harus benar-benar terstruktur agar mengetahui angka dan datanya benar, termasuk kesiapan menikah dan hamil harus dinilai”, kata Zahir.

Dia menjelaskan, upaya penurunan stunting dilakukan melalui dua intervensi. Yaitu intervensi gizi spesifik untuk mengatasi penyebab langsung, dan intervensi gizi sensitif untuk mengatasi penyebab tidak langsung stunting.

“Hasil Analisis Situasi merupakan dasar perumusan rekomendasi kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan integrasi intervensi gizi bagi rumah tangga 1.000 HPK (Hari Pertama Kehidupan)”, ujarnya.

Acara Pemetaan dan Analisis Situasi Program Stunting tersebut dihadiri Konsultan Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Provsu sebagai nara sumber utama, OPD, Camat, Kepala UPT Puskesmas, serta kades/lurah lokus stunting 2021 di Batu Bara.

Untuk diketahui, sebelumnya Dinkes P2KB Batu Bara telah melakukan penimbangan Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) secara massal kepada lebih dari 90% balita. Hasilnya, angka stunting berada di 18,35 persen. Kondisi itu berbeda dengan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 yang menyebutkan sebesar 30,9 persen.

Yuk Bayar Pajak
Baca Juga:  PLN Luncurkan Layanan Home Charging untuk Kendaraan Listrik