Ida Nerlin Ndruru Mencintai Olahraga Sejak Kelas 6 SD

Ida Nerlin Ndruru Mencintai Olahraga Sejak Kelas 6 SD
Atlet angkat berat Pelatda PON Sumut, Ida Nerlin Ndruru. (Poto : ayu)

MEDAN | Bisanews.id |Ida Nerlin Ndruru adalah atlet angkat berat putri Sumut yang sebentar lagi akan berjuang untuk meraih medali emas. Gadis manis kelahiran Dumai, Riau, 23 Februari 2001 silam ini merupakan mahasiswi di Universitas Negeri Medan (Unimed).

Ida, sapaan akrab gadis yang murah senyum ini saat ditemui media, Senin (3/6), di Medan, banyak bercerita tentang perjalanan hidupnya sehingga bisa menjadi atlet angkat berat.

Anak pertama dari tujuh bersaudara dari pasangan Aluisokhi Ndruru dan ibu Rinati Laia ini mengaku mulai mencintai olahraga sejak kelas enam sekolah dasar (SD).

Memasuki bangku SMP, Ida gadis manis berambut lurus ini mulai menggeluti olahraga bulutangkis. Setelah ia jalani sekitar setengah tahun, ia berpindah kecabor bola voli. Tapi tak bertahan lama juga, ia kembali berpindah kecsbor atletik seperti, nomor tolak peluru, lari, tarik tambang bahkan pernah mengikuti event saat berada di Padangsidimpuan.

“Tapi itu juga tak bertahan lama, ya sebab menurut saya banyak peminatnya, sehingga coba terus mencari cabor yang sedikit peminatnya, ” katanya sambil melempar senyum.

Sebab merasa belum ada cabor yang pas dihati, lalu Ida kembali mencari dengan berkunjung kesalah satu gym yang ada di kota Padangsidimpuan kala itu. Dan gym itu milik Abas Hasibuan.

Dan saat berada di gym tersebut, Abas Hasibuan langsung menawarkan pada dirinya agar mau berlatih. Mendengar hal itu, Ida langsung tak menyia-nyiakan kesempatan yang takkan datang dua kali dalam hidup setiap orang. Artinya Ida rssmi menjadi atlet angkat besi sejak tahun 2017 sampai 2019.

“Dan pada tahun 2019 itulah, saya pertama kali ikut event Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara membela Padangsidimpuan dengan meraih medali emas,” ucapnya serius.

Baca Juga:  NPCI Sumut Siap Hadapi Peparnas 2024

Dengan meraih emas itulah, semangat Ida bertambah. Apalagi ia mendapat undangan untuk kuliah di Unimed lewat jalur prestasi emas Porprovsu. Langsung kesempatan itu tak ia sia-siakan bermohon ke orang tua agar diantarkan ke Medan.

“Disamping itu, saya juga menyampaikan pada kedua orang tua, kalau saya berkeinginan jadi atlet angkat besi sambil kuliah di Unimed. Mendengar pernyataan saya itu, orang pertama yang melarang adalah ayah saya,” ujar Ida mengingat percakapan itu dengan sang ayah.

Tapi tekad Ida Nerlin sudah bulat. Artinya tak bisa diganggu gugat, Iapun berangkat ke Medan diantar kedua orang tuanya dengan tujuan mencari tempat tinggal tak jauh dari kampus Unimed.

Setelah waktu berjalan terus dan sibuk dengan perkuliahan, maka program latihan yang sudah ada di benak kepala gadis berbintang Aquarius inipun, terhenti beberapa saat.

Namun keinginan untuk berlatih terus menghantui pikirannya, maka iapun mencoba mencari gym yang menurutnya pas untuk bisa berlatih.

“Seusai pulang kuliah, saya mencoba berjalan-jalan mencari gym tempat berlatih. Dan tanpa saya sadari, akhirnya saya menemukan tempat yaitu, Goncalves Gym tepatnya di Pasar III Kec Medan Timur. Lalu saya tanya, eh ternyata pemilik gym tersebut, merupakan orang sekampung yang rumahnya tak jauh dari rumah saya di Padangsidimpuan,” kata Ida mengingat-ingat masa pencariannya tersebut.

Selidik punya selidik, ternyata pemilik Goncalves Gym tersebut, bernama Rico Goncalwes Sirait SH.MHUm yang juga Sekum Pengprov Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi) Sumut.

Maka tepatnya pada tahun 2020 silam, saya berlatih menjadi atlet angkat berat binaan Kepala Pelatih Rico Goncalwes yang dibantu dua Asisten Pelatih Niki Kardova dan Tiwi.

“Dan tanpa ragu pak Rico memberi kesempatan pada saya untuk mengikuti ajang Kejurnas Junior Klasik, dan saya berhasil meraih medali emas. Terima kasih pak Rico Goncalwes Sirait,” tambahnya.

Baca Juga:  Fadly Berambisi Raih Tiket PON Sumut - Aceh Lewat Porprovsu

Disinggung mengenai Rico Goncalwes, Ida mengatakan, Rico merupakan orang tua kedua setelah orang tua ksndungnya. Sebab menurutnya, Rico Goncalwes Sirait merupakan sosok pengasuh yang benar-benar memperlihatkan dedikasi sebagai orang tua.

“Jujur saja, saya tidak sendiri berlatih di gym ini, kami banyak tapi pak Rico tak pernah membeda-bedakannya. Artinya satu melakukan kesalahan, maka semuanya terkena imbasnya. Tapi itu bagus, sebab mengajarkan kami agar lebih disiplin dalam segala hal terkhusus saat berlatih,” ujarnya serius.

Begitu juga dengan kawan-kawan baik atlet putra dan putri, juga diajarkan bagaimana membangun rasa persaudaraan yang tinggi mengingat atlet itu takkan pernah hebat kalau dia lebih mementingkan diri sendiri ketimbang kebersamaan.

“Bayangkan saja, kami para atlet angkat berat Pelatda PON, diberi penginapan gratis dan peralatan berlatih yang baik serta bonus apabila berhasil meraih prestasi terbaik. Jadi sangat wajar kalau saya bercita-cita ingin memberikan prestasi terbaik buat Pabersi Sumut terkhusus pada kedua orang tua dan Pak Rico serta Bang Niki dan Kak Tiwi selaku asisten pelatih kepala,” pungkasnya. (ayu)