Jalan Urung Pane di Asahan Rusak karena Mobil Bermuatan Tanah untuk Jalan Tol Kisaran – Indrapura

Jalan Urung Pane di Asahan Rusak karena Mobil Bermuatan Tanah untuk Jalan Tol Kisaran - Indrapura
Kondisi Jalan Urung Pane Kecamatan Pulau Bandring Kabupaten Asahan.

ASAHAN I BisaNews.id | Warga Desa Urung Pane Kecamatan Pulau Bandring Kabupaten Asahan mengeluh karena jalan banyak yang rusak dan berlumpur akibat banyaknya lokasi galian C yang diduga ilegal beroperasi serta pengerjaan proyek jalan tol di tempat itu.

Mariani selaku warga setempat saat ditemui BisaNews.id menjelaskan kondisi ruas jalan tersebut sangat memperihatinkan, apalagi setiap harinya aktifitas warga yang selalu melawati jalan ini.

“Warga yang lewat tiap harinya, harus merasakan gelombang dan getaran saat mengendarai sepeda motor, karena kondisi jalan ini sebagian jalan sudah rusak , ironisnya belum ada pihak terkait untuk memperbaiki jalan,” ujarnya, Selasa (17/10/2023).

Lanjutnya, jalanan ini juga sering dilewati oleh dum truck yang pengangkut buah sawit ke pabrik kelapa sawit tetapi jalan tidak separah ini disebabkan banyaknya galian C tanah diduga ilegal yang beroperasi untuk pembangunan jalan tol Kisaran-indrapura mengakibatkan jalan rusak dan berlumpur.

“Pernah diperbaiki oleh pihak jalan Tol namun cuma disiram coran saja hanya bertahan 2 Minggu sudah hancur lagi dan Titi tali Air itu cuman dikasi besi, “sebut Mariani.

Apalagi seperti sekarang ini, di musim penghujan yang mengakibatkan jalanan menjadi becek dan berlumpur membuat pengendara sepeda motor terjatuh akibat jalan licin dan berlumpur.

Atas kondisi itu Mariani berharap, agar kiranya pihak terkait pembangunan Jalan Tol Kisaran – indrapura untuk lebih memperhatikan kondisi jalan ini karena sangat sulit dilalui masyarakat.

“Semoga bisa menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Asahan dan pihak terkait untuk memperbaiki jalan Desa Urung Pane kecamatan Pulau Bandring yang rusak,” harapnya.

Lebih lanjut awak media ini mengkonfirmasi, mandor motor Wak O melalui telepon What’s Apps, “humasnya sudah ganti, sekarang yang baru nomornya tidak ada sama saya, memang pernah juga mobil kami dihentikan oleh masyarakat, ” ujar Wak O.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRD Medan Minta Lurah Kampung Baru Jangan Persulit Warga

“Kemungkinan karena ini musim penghujan, sekitar dua bulan lagi akan kami perbaiki, ” sebut Wak O.