Kematian M Affandi Lubis Ternyata Tinggalkan Kisah di MTs Alwasliyah Pancur Batu

Kematian M Affandi Lubis Ternyata Tinggalkan Kisah di MTs Alwasliyah Pancur Batu
Pihak GWS Law Office selaku kuasa hukum photo bersama dengan ibunda almarhum, Sarina Sipahutar, Agus Fitria, S.Pd, Kepsek MTs Al-washliyah Pancur Batu, Drs Suminem dan guru MTs Alwasliyah Pancur Batu lainnya serta sahabat dekat almarhum. (Photo : ayu)

Pancur Batu | bisanews.id | Sebenarnya Tak semua orang mengenal Muhammad Affandi Lubis (16) terkecuali keluarga dan guru serta sahabat ditempat dia menimba ilmu di Madrasah Tsanawiyah Alwasliyah Pancur Batu Kabupaten Deliserdang.

Namun atas kematiannya pada 11 Maret 2023 lalu, telah meninggalkan kisah pilu bagi Sarina Sipahutar (55) selaku ibunda kandung warga Kabupaten Labuhan Batu yang kini menetap di Jalan Ladang Bambu Pancur Baru Deliserdang.

Pasalnya kematian M Affandi Lubis, telah dimanfaatkan Shintiya Ketaren (TK) yang mengaku-ngaku bisa menyelesaikan permasalahan kematian Affandi akibat terkena lemparan yang dilakukan oknum guru olahraga Agus Fitria, S.Pd (AF) disaat jam pelajaran.

Atas kejadian itu, Sintia langsung melenggang dengan mudah membodohi ibunda almarhum Affandi untuk mendapatkan cuan lewat bahasa-bahasa menyenangkan yang disampaikan ke Sarina selaku ibunda almarhum.

Artinya Sintia lebih mengedepankan masalah kematian M Affandi Lubis akibat lemparan benda yang dilakukan Agus Fitria, S.Pd. Apalagi ibunda almarhum sempat kecewa, karena dinilai kurangnya perhatian dari pihak MTs Alwasliyah Pancur Baru sampai Affandi menghembuskan nafas terakhir di RS Haji Medan.

“Dia (Sintia) mengatakan pada saya, ” Masalah almarhum putra ibu sudah saya limpahkan ke Poldasu agar cepat diproses”. Dan pernyataan itu, ia katakan pada saya setelah beberapa hari dikebumikan putra saya. Namun sampai saat ini sudah memasuki tahun 2025, penyelesaian tak tuntas,” katanya pada wartawan disela-sela pertemuan yang digelar di MTs Alwasliyah Pancur Batu, Kamis (9/1/2025).

Menurut Sarina, Sintia telah mengambil dana sebesar Rp 300 juta secara bertahap untuk pengurusan masalah kematian Affandi Lubis. Dan saya punya bukti yaitu, lewat percakapan dengan Nur selaku putrinya di WastApp, yang disimpan hingga kini sebagai bukti bagi pihak kepolisian guna diberi hukuman.

Kematian M Affandi Lubis Ternyata Tinggalkan Kisah di MTs Alwasliyah Pancur Batu
Terlihat Agus Fitria, S.Pd selalu guru olahraga di MTs Alwaskiyah Pancur Batu Deliserdang saat tertunduk mencium tangan Sabrina Sipahutar selalu ibu kandung M Affandi Lubis sebagai salam hormat seusai pertemuan disekolah tersebut. (Poto : ayu)

Dan untuk menguatkan langkah Sarina Sipahutar menemui kebenaran, maka dia meminta kuasa hukum dari GWS Low Office yang dikepalai, Rico Goncalwes Sirait, SH, MH, CPM, CRA bersama krue yaitu, Wanda Syaryendri Pasaribu, SH, Meli Fransisca Simanjuntak, SH, MH, CPM dan Samuel Andreas Sitompul, SH, CPM, CRA dan Boy Raja Sianturi, SH, MM untuk membantu agar permasalahan yang ia alami dapat terselesaikan tanpa hambatan.

Maka untuk mendapatkan kebenaran, pihak kuasa hukum GWS Law Office langsung mendatangi MTs Alwasliyah Pancur Batu guna menemui Agus Fitria, S.Pd selaku guru olanraga, kepala sekolah, Drs Suminem dan guru-guru lainnya yang ditambah salah seorang sahabat dekat almarhum bernama Raka.

“Sengaja kita pertemukan kedua belah pihak termasuk sahabat dekat almarhum untuk memberikan keterangan yang benar agar bisa dijadikan pegangan apabila nantinya diminta pihak kepolisian,” kata Rico serius dihadapan pihak sskolah.

Menurut Rico, dari berbagai keterangan yang himpun setelah lewat pertanyaan saat dilakukan secara terpisah, maka antara kedua belah pihak terjadi kesepakatan untuk lebih membangun tali silarurahmi (tabayun) lebih terjalin lagi kedepannya walau masalah kematian M Affandi Lubis tetap akan mengambil jalur hukum.

“Jadi target utama kita adalah, menemui Sintia yang mengaku bisa menyelesaikan masalah dengan menguras uang Sarina Sipahutar. Sebab Sintia telah melakukan penipuan sekaligus mencoreng nama baik kepolisian, yang mana menurut saya pihak Poldasu sendiri tidak tahu menahu,” pungkas Rico mengakhiri. (ayu)