Kodam I/ BB : Kericuhan Di Sei Tuan Deli Serdang Karena Kesalahpahaman

Kependam Kolonel Inf Donald Erickson Silitonga memberi penjelasan kepada wartawan.(Foto: avd/Bisanews.id)

MEDAN I Bisanews.id I Kericuhan antara prajurit TNI dengan warga di Dusun 3 Desa Sei Tuan, Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, karena adanya kesalahpahaman.

Demikian dijelaskan Kepala Penerangan Kodam I/BB Kolonel Inf Donald Erickson Silitonga dalam konferensi pers, Kamis (6/1/22) di RM Pujasera Jalan Kapten Muslim Medan.

Turut mendampingi, Danpomdam I/BB Kol.Cpm Daniel Prakoso, Kakumdam I/BB Kol. Chk Harri Farid SH dan Kabid Usaha Puskopkar “A” BB Mayor Inf Abdul Haris Perlindungan
Kapendam mengatakan, kesalahpahaman itu terjadi disaat prajurit Kodam I/BB melakukan pemasangan plank ditanah Hak Guna Usaha (HGU) milik Puskopkar A Bukit Barisan seluas 62 hektar.

“Kita sangat menyangkan peristiwa masih terjadi. Padahal lahan itu merupakan HGU milik Puskopkar “A” BB, seluas 62 hektar. Lahan Puskopkar “A” itu diperoleh berdasarkan Sertifikat HGU tertanggal 30 Agustus 1994. HGU lahan akan berakhir tahun 2023 dan akan diperpanjang sesuai prosedur,” jelasnya.
Kolonel Donald Erickson juga mengatakan, Puskopkar setiap tahun, secara rutin membayar pajak bumi dan bangunan (PBB), berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Register Nomor : 209/K/TUN/ 2000.

“Namun selama ini dilahan itu terdapat saudara-saudara kita yang memanfaatkan bercocok tanam. Sebab itulah Puskopkar memasang plang guna melegalisasi tanah, upaya pertemuan dan musyawarah telah beberapa kali dilakukan yang bertujuan untuk mediasi,”terangnya.

Menurutnya, pemasangan plang melibatkan beberapa unsur seperti, pemerintah desa, tokoh masyarakat, kepolisian. Hal itu dilakukan untuk menghindari kesalahpahaman yang tidak perlu terjadi.

“Situasi berubah ketika masyarakat menghalangi tim yang bekerja, himbauan dan saran dari unsur terkait tidak dihiraukan para penggarap, sehingga timbul kesalahpahaman,”sebutnya.
Lebih jauh dijelaskan, atas peristiwa itu, pihaknya sudah menurunkan tim untuk mendapatkan infomasi yang akurat. Kodam I/BB masih membuka diri untuk berdialog, sekaligus mencari solusi yang terbaik buat masyarakat sebagai upaya pendekatan secara persuasif dan humanis.

Baca Juga:  Gram dan 185 Butir Ekstasi Dimusnahkan Polres Labuhanbatu

“Manakala ada kejadian diluar kepatutan kami membuka diri untuk menerima laporan pengaduan dari masyarakat dan akan kami tindak lanjuti sesuai hukum,”tambanya.

Kolonel Donald Erickson, proses penyelidikan dan penyidikan saat ini sedang dilakukan Pomdam I/BB dengan mengumpulkan bukti dan saksi-saksi di lapangan.

“Kita semua menjunjung tinggi hukum yang berlaku dinegara ini, asas hukum praduga tak bersalah tetap harus kita hormati. Apabila hasil penyelidikan cukup bukti terpenuhi unsur pidana, maka akan kami tindak sesuai hukum yang berlaku,” tegas Kapendam.

Related posts