Oknum Polisi Dipecat Karena Kasus Narkoba

Oknum Polisi Dipecat Karena Kasus Narkoba
Sidang pemecatan Bripka Andi Arvino. (Foto: Humaspolrestabesmdn/Bisanews).

MEDAN | Bisanews.id | Polrestabes Medan kembali melakukan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) kepada seorang anggotanya yang diduga terlibat kasus pasokan narkoba ke ruang tahanan.

Sidang PTDH dilakukan di ruang Rupatama Mapolrestabes Medan, Selasa (14/6/2022). Oknum polisi itu adalah Bripka Andi Arvino.

Sidang Kode Etik Profesi Polri di Polrestabes Medan dilakukan perangkat sidang komisi, yakni Kasat Binmas Polrestabes Medan AKBP Efendi Sinaga, Wakil Ketua Komisi Kompol Zonni Aroma selaku Kabag Log Polrestabes Medan, dan anggota Komisi
Kompol Ricardo.

Sedangkan yang menjadi penuntut umum adalah Kasi Propam Polrestabes Medan Kompol M. Tomi, Kanit Provost Propam Polretabes Medan AKP Ahmad Haidir Harahap, Sekretaris Aiptu M. Kembaren, dan Iptu Khairul Yani sebagai pendamping Bripka Andi Arvino.

Terungkap dalam sidang, terduga pelanggar selaku anggota Polri yang saat itu bertugas di Unit Provos Polrestabes Medan diduga melakukan perbuatan dengan memasukkan narkotika jenis sabu ke dalam Blok B Rumah Tahanan Polrestabes Medan yang diberikan kepada tahanan Wilson EM Sitorus sebanyak 1 gram/jie seharga Rp 1.200.000. Sabu tersebut diduga akan dikonsumsi para tahanan di dalam sel.

Disebutkan, perkara tindak pidana tersebut telah berkekuatan hukum tetap dari Mahkamah Agung Republik Indonesia sesuai putusan Nomor : 4087 K/Pid. Sus/2021 tanggal 08 Desember 2021 dengan vonis hukuman pidana penjara 4 tahun dan denda satu milyar rupiah. Apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara selama tiga bulan.

Kapolrestabes Medan Kombes Valentino Alfa Tatareda kepada wartawan, Rabu (15/6/2022), mengatakan pemecatan Andi sesuai dengan keputusan.

Menurut dia, PTDH merupakan salah satu wujud dan realisasi komitmen pimpinan Polri dalam memberikan sanksi hukuman bagi anggota yang melakukan pelanggaran, baik disiplin maupun kode etik kepolisian.

Baca Juga:  Polrestabes Medan Serahkan Tersangka Korupsi Pengadaan HT ke Kejari

“Rasa berat dan sedih untuk melakukan upacara ini, karena imbasnya bukan hanya kepada yang bersangkutan saja. Tetapi juga kepada keluarga besarnya. Namun hal ini telah dilaksanakan melalui proses yang sangat panjang, penuh pertimbangan, dan senantiasa berpedoman kepada koridor hukum yang berlaku,” papar Valentino.