PB Puan MABMI Serahkan Bantuan kepada Gadis Cilik Korban Terbakar Parah di Medang Deras Batu Bara

PB Puan MABMI Serahkan Bantuan kepada Gadis Cilik Korban Terbakar Parah di Medang Deras Batu Bara
Puan Sumiati Erwan Effendi, pimpinan rombongan PB Puan MABMI dari Medan didampingi sejumlah pungurus lainnya saat menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada Kayla, gadis cilik yang mengalami luka bakar parah di Desa Lalang, Kecamatan Medang Deras, Batu Bara. (Foto: ist)

Medan | Bisanews.id | Pengurus Besar (PB) Puan MABMI (Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia) menyerahkan suatu bantuan kemanusiaan kepada Kayla, gadis cilik berusia 6 tahun yang mengalami musibah terbakar sebagian tubuhnya pada 26 Juni lalu, di Dusun Merdeka, Desa Lalang, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.

Bantuan berupa dana Rp. 4.200.000,- tersebut diserahkan oleh Puan Sumiati Erwan Effendi salah seorang pengurus PB Puan MABMI, didampingi Puan Aisah dari PD MABMI Batu Bara, di kediaman Kayla, Minggu (6/9/2026) dan diterima oleh nenek korban, Ismawati (66). Juga hadir puan-puan dari MPMBB (Majelis Perempuan Melayu Batu Bara).

Kepada keluarga, Puan Sumiati meminta agar jangan menilai bantuan ini dari besarnya yang tidak seberapa, tetapi berharap dapat dimanfaatkan kendati hanya sekedar membantu perobatan Kayla. Sedangkan Ismawati, dengan raut diliputi kesedihan, mengucapkan terima atas bantuan tersebut.

Kayla, putri pasangan Ismail dan Maya Sari, mengalami luka bakar parah pada bagian bahu, tangan hingga kaki sebelah kanan, setelah pada hari kejadian tanpa sengaja pakaiannya tersiram minyak tanah saat bersama beberapa teman sepermainannya sedang membakar ikan, menyebabkan api menyambar dan berkobar di tubuhnya.

“Main-main sama kawannya, saat mau menyiram kayu, namun kena bajunya dan (terbakar) kena lah badannya,” kata kakek Kayla, Burhan (68), Rabu (26/8/2026) seperti dikutip media.

Disebutkan, pihak keluarga saat itu telah membawa Kayla ke salah satu rumah sakit di Kecamatan Air Putih, Batu Bara, dan menjalani perawatan selama lima hari.

Kini Kayla sudah dibawa pulang dan tinggal bersama kakeknya Burhan dan neneknya Ismawati. Sedangkan ibu dan ayahnya sejak jauh sebelumnya telah merantau bekerja di daerah lain.

Ismawati mengaku keluarganya kesulitan membiayai pengobatan lanjutan Kayla. “Mau dibawa ke rumah sakit, tapi tak ada biaya, ongkos membawa pun tak ada,” ungkapnya.

Karenanya keluarga ini berharap Pemerintah Kabupaten Batu Bara, khususnya Dinas Kesehatan, dapat memberikan perhatian dan membantu memfasilitasi rujukan Kayla ke rumah sakit terdekat yang mampu menangani luka bakar.

“Kami berharap pemerintah maupun para dermawan ada yang peduli kepada nasib cucu kami Kayla. Dia ingin sekolah TK,” ucap Ismawati sambil menangis.

Menurut Inong (48), keluarga Kayla, pihak Puskesmas setempat sebelumnya telah membantu dalam proses pembuatan BPJS. Namun, keluarga berharap ada tindak lanjut berupa pemeriksaan dan penanganan terhadap kondisi Kayla. (am)