Polisi Bekuk Dua Pembobol Alfamart, Empat Masih DPO

Polisi Bekuk Dua Pembobol Alfamart
Foto : Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Dr. Muhammad Firdaus dan Kanit Resmob Iptu Marvel Ansanay menunjukkan barang bukti dalam kasus pembobolan Alfamart. (Bisanews.id/Ist)

BISANEWS.ID | MEDAN |Sat Reskrim Polrestabes Medan membekuk dua tersangka pelaku pembobolan mini market Alfamart Jl. Pendidikan, Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang. Sementara empat terduga lainnya masih dalam pengejaran petugas dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Dr. Muhammad Firdaus didampingi Kanit Resmob Iptu Marvel Stefanus Arantes Ansanay, Sabtu (27/11/2021) mengatakan, dua tersangka yang ditangkap adalah Hairul Umam alias Umam (28) dan Ardian alias Ardi (24). Keduanya merupakan warga Jl. Pembinaan, Bandar Setia, Dusun III, Kec. Percut Sei Tuan.

Dijelaskan Firdaus, dalam melaksanakan aksinya keduanya mempunyai tugas masing-masing. Tersangka Ardi mengambil 1 unit sepeda motor Honda Revo yang ada di dalam Alfamart. Sementara tersangka Umam mengambil 1 unit alat komputer.

Kata dia, kedua pelaku ditangkap di kawasan Jl. Pembinaan, Desa Bandar Setia, Selasa (23/11/2021) sekira pukul 01.00 WIB. Sedangkan peristiwa pencurian yang menyebabkan Alfamart mengalami kerugian Rp79 juta lebih itu terjadi Sabtu (13/11/2021) sekira pukul 02.35 WIB.

Saat diinterogasi, kedua tersangka mengakui perbuatannya. Kata tersangka keempat temannya yang DPO itu adalah Purnama alias Siput, Suparman alias Keling, Edy Syahputra alias Benggol dan Indra.

Selanjutnya petugas membawa keduanya ke rumah tersangka Indra di Jl. Titi Sewa, Percut Sei Tuan, yang diduga sebagai tempat penyimpanan barang-barang hasil curian. Setelah barang-barang tersebut ditemukan petugas menggelandang kedua tersangka berikut barang bukti ke Mapolrestabes Medan.

“Menurut pengakuan kedua tersangka, keempat temannya yang DPO itu ada yang bertugas merusak pintu Alfamart pakai linggis, ada yang berperan mengambil barang-barang dan ada juga yang memasukkan hasil curian ke dalam becak,” kata Firdaus.

Baca Juga:  Konferensi Pers Menkes, 12 Januari 2022 Vaksin Booster Untuk 244 Daerah

Adapun barang bukti yang diamankan diantaranya sebuah CD berisikan rekaman CCTV, sebuah linggis, sebuah alat scan barcode, sebuah mouse merk DELL, 1 unit printer, 2 buah plat BK 6772 MAL, 2 buah kotak delivery Alfamart, sebuah kotak kecap Bangau, 10 kaleng susu Bear Brand, 2 buah jaket, 2 buah topi, 2 buah ikat pinggang dan 2 buah sepatu.

“Motif para pelaku melakukan pencurian dengan maksud akan menjual kembali barang-barang tersebut untuk mendapatkan uang. Untuk modus operandinya para pelaku beraksi saat minimarket tersebut sudah tutup. Kemudian masuk ke gudang dengan cara merusak gembok pintu depan,” ujarnya.

Terhadap kedua tersangka dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Related posts