TANAHKARO | Bisanews.id | Bukan beruntung, setelah mencuri dua ekor Lembu di Tanah Karo nasib anak Belawan ini mengenaskan. Meski temannya beruntung, bisa lolos, namun dia tewas diamuk massa.
Semula TR (43) itu initial si pencuri, berusaha melarikan diri di Desa Sukabendi, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Karo, Rabu (8/2/23) pagi. Namun soal dia tertangkap dan tewas diamuk massa.
Kapada media, Inafis Polres Tanah Karo mengatakan pelaku tewas diketahui berinisial TR (43) warga Kampung Nelayan, Lingkungan XIl, Kelurahan Belawan , Kecamatan Medan Belawan.
Dikutip dari Mistar.id, Kapolres Tanah Karo AKBP Rony Sidabutar saat dikonfimasi, Rabu (8/2/23) malam, memberikan kronologis pencurian hingga berujung tewasnya pelaku.
Rony menerangkan, saat itu pihaknya menerima informasi adanya pelaku pencurian hewan ternak yang diamankan warga di Desa Sukandebi. Personil Polsek Simpang Empat pun langsung meluncur ke TKP.
“Pencurian hewan ternak terjadi di Pantai Pasir Desa Sukasipilihen Kecamatan Tigapanah. Warga yang curiga gerak-gerik mereka kemudian melakukan pengejaran,” ujarnya.
Rony menjelaskan, pada peristiwa itu komplotan pelaku berhasil mencuri 2 ekor kerbau dengan menggunakan Daihatsu Grand Max. Warga yang menergoki mereka, mengejar hingga ke arah Kecamatan Simpang Empat.
“Salah satu masyarakat yang mengajar menghubungi keluarganya di Desa Naman untuk mencegah pelaku,” ujarnya.
Kemudian masyarakat langsung memalangkan satu unit mobil angkot RIO BK 1763 SH, nomor pintu 130 di Desa Sukandebi untuk menghalau pelaku.
Pelaku yang terjebak tidak bisa melintas di Desa Sukandebi. Melihat massa yang telah berkumpul dan mengepung, komplotan pelaku sontak menghentikan mobil yang dikendarainya.
Tiga orang pelaku keluar dari mobil, dan melarikan diri ke arah hutan Desa Sukandebih. Satu orang berhasil melarikan diri ke hutan, namun seorang pelaku berhasil diamankan dan langsung diamuk massa. Sementara seorang lagi dikejar oleh warga sampai ke jurang dan langsung diamuk massa.
“Masyarakat yang telah resah akibat pencurian hewan ternak langsung memukuli pelaku dan membakar kendaraan komplotan pencuri hewan ternak kemudian menyorongkannya ke jurang, ” ucapnya.
Masih dilansir dari Mistar, Wakapolres Tanah Karo, Kompol Aron Siahaan menjelaskan, kronologi peristiwa ini bermula dari adanya laporan pencurian ternak kerbau di kawasan Desa Suka, Kecamatan Tigapanah, Rabu (8/2/2023).
“Awalnya kita terima informasi dari masyarakat, ada pencurian ternak kerbau di Kecamatan Tigapanah. Berawal dari kecurigaan masyarakat ada mobil yang membawa dua ekor kerbau, setelah benar adanya pencurian selanjutnya dilakukan pengejaran hingga ke Desa Sukandebi,” ujar Aron.
Dijelaskan Aron, dari informasi yang didapat terduga pelaku yang melakukan pencurian kerbau ini ada sebanyak empat orang. Namun, setelah dilakukan pencairan oleh personel Polres Tanah Karo maupun bantuan dari masyarakat, sampai saat ini masih dua orang yang ditemukan.
“Pelaku yang ditemukan baru dua orang, namun saat kita temukan di TKP salah satunya yang kita temukan di Desa Sukandebi dalam keadaan sekarat. Setelah kita larikan ke RSU Kabanjahe, di perjalanan meninggal dunia dan dibenarkan oleh tim medis dari RSU Kabanjahe,” ucapnya.
Sementara, untuk pelaku kedua ditemukan di kawasan berbeda tepatnya di Desa Deram. Tapi, ketika ditemukan pelaku kedua tersebut juga sudah dalam keadaan meninggal dunia.
“Kita masih identifikasi apa penyebab dari kematian dari kedua pelaku ini,” katanya.
Sumber : @tkp_medan





