Seniman Medan Minta Bobby Nasution Tetapkan Pengurus Baru DKM

Para penggagas seni kota Medan saat melaksanakan diskusi di Taman Budaya Medan. (Foto : ayu/Bisanews.id)

MEDAN I Bisanews.id I Majelis Kesenian Medan (MKM) meminta Wali Kota Medan Bobby Nasution menetapkan figur-figur kepengurusan baru Dewan Kesenian Medan (DKM) yang periodesasinya telah berakhir.

“Periodesasi MKN dan DKM sudah berakhir. Agar tidak terjadi fakum kepengurusan yang sudah memasuki hitungan bulan ini, kita berharap Wali Kota segera melakukan pergantian pengurus agar program berkesenian dan berkebudayaan di Kota Medan kembali bergairah lewat penyelenggaraan musyawarah seniman,” kata pengurus MKM Jaya Arjuna, Sabtu (15/1/22) saat Diskusi Seniman atas 50 Tahun Teater Imago di Sanggar Tari Gedung Taman Budaya, Jln Perintis Kemerdekaan, Sumatra Utara.
Jaya Arjuna, kewenangan penetapan kepengurusan Dewan Kesenian Medan merupakan tanggung jawab Pemko Medan sesuai Peraturan Wali Kota Medan Nomor 10 Tahun 2014.

Melalui kepengurusan baru nanti diharapkan akan muncul ide-ide cemerlang bagaimana kesenian dan kebudayaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Medan. Sebagai kota metropolitan dan kota ketiga terbesar setelah Jakarta dan Surabaya. Sebab berbicara kesenian tidak terlepas dari pembangunan kebudayaan itu sendiri.

“Jadi, wujud ideal kesenian dan kebudayaan adalah peraturan wali kota. Ini harus diimplementasikan, lewat kepengurusan DKM yang baru, sehingga ruh berkesenian di Kota Medan tetap terus hidup. Kita ingin peristiwa seni dan budaya tidak sampai meleceng,”harapnya seraya mengatakan perkembangan kota layak huni dengan kegiatan kesenian di kota.

Sementara itu, Pegiat Literasi Juhendri Chaniaga yang tampil sebagai pembicara pada diskusi Seniman, representasi kota metropolitan adalah adanya gedung kesenian di kota itu.

“Medan misalnya, sebagai kota metropolitan, sudah layak memiliki gedung kesenian,”katanya.

Juhendri menyakini, Kota Medan di bawah kepemimpinan Bobby Nasution mampu mendirikan gedung kesenian, menjadi wadah bagi para seniman untuk berkumpul dan berkreasi.

Baca Juga:  Sepekan Koma, Terduga Korban Begal Akhirnya Meninggal

“Sebab seniman adalah representasi dari masyarakat. Jadi seniman butuh rumah, butuh wadah untuk berkumpul dan berkreasi,”ucapnya.

Berkumpulnya para seniman kata dia, bisa memicu pemikiran pegiat seni untuk berkarya.

“Kalau kita mengacu kepada negara-negara maju, pemimpinnya akan memberi tempat untuk para pekerja seni dalam berkarya,” katanya.

Iskandar Zulkarnaen yang juga pembicara menjelaskan, aspek kesenian dari kacamata psikologi komunikasi. Ia berharap Kota Medan sudah harus memiliki gedung kesenian.

Berdasarkan statistik kebudayaan yang dikeluarkan Kemendikbud RI, Sumatera Utara merupakan nomor satu dalam penyampaian pemikiran soal kebudayaan dan kesenian.

“Kesenian merupakan unsur kebudayaan. Unsur kebudayaan ada 7. Unsur yang ketujuh adalah kesenian. Jadi wajar Kota Medan punya gedung kesenian,” pungkasnya yang pada diskusi itu dimoderatori Darmailawati dari kalangan penulis.

Yuk Bayar Pajak

Related posts

Program Desa Binaan Bhakti Sosial Kepada Masyarakat Bantuan Sembako