SERGAI | Bisanews.id | Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) terus memperkuat kualitas pelayanan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) melalui penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di tingkat desa dan kelurahan.
Hal itu disampaikan Bupati Sergai H. Darma Wijaya melalui Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Dra. Fitrianti, M.Si., saat menerima Tim Evaluasi Lomba Posyandu 6 SPM Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 di Pantai Pondok Permai, Kecamatan Pantai Cermin, Senin (21/9/2026).
Darma Wijaya mengatakan, evaluasi tersebut tidak hanya menjadi ajang penilaian, tetapi juga momentum pembelajaran dan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu.
“Posyandu merupakan salah satu ujung tombak pelayanan kepada masyarakat. Perannya kini tidak hanya terbatas pada kesehatan ibu dan anak, tetapi telah berkembang menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, penerapan enam SPM di Posyandu diharapkan mampu menghadirkan pelayanan dasar yang lebih terpadu, aktif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Pemkab Sergai, lanjutnya, berkomitmen memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara perangkat daerah, camat, kepala desa, TP PKK, tenaga kesehatan, kader serta masyarakat.
Sementara itu, Ketua TP Posyandu Kabupaten Sergai, Ny. Hj. Rosmaida Darma Wijaya, menyampaikan bahwa Posyandu Sergai terus bertransformasi dari pelayanan kesehatan menjadi wadah pemberdayaan masyarakat.
Saat ini, TP Posyandu Sergai terdiri dari 17 TP Posyandu kecamatan, 237 desa dan 6 kelurahan, serta 249 Posyandu 6 SPM yang tersebar di 243 desa/kelurahan.
Sejumlah inovasi juga telah dikembangkan, di antaranya Lina Bunting untuk penanganan stunting, Kamis Bebas Anemia bagi Remaja Putri (KBAB Rat), Jemputan Ikhlas Persalinan (JIP Plus), dan Gempur Stunting.
Sementara itu, Ketua Tim Evaluasi Posyandu Provinsi Sumatera Utara, Sorimuda Siregar, mengapresiasi terpilihnya Posyandu Mawar Desa Kota Pari, Kecamatan Pantai Cermin, sebagai salah satu nominasi sembilan besar tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026.
Ia menyebut evaluasi dilakukan terhadap sembilan kabupaten/kota yang masuk nominasi untuk menentukan juara 1, 2, 3 serta juara harapan.
“Posyandu hari ini bukan lagi sekadar tempat pelayanan kesehatan. Posyandu telah bertransformasi menjadi garda terdepan dalam mendekatkan pelayanan dasar kepada masyarakat melalui pemenuhan 6 SPM,” katanya.
Evaluasi dilanjutkan dengan paparan Ketua Posyandu Desa Kota Pari, Ny. Sumarni Abdul Khair, serta sesi tanya jawab bersama tim evaluasi dan para kader terkait pelaksanaan enam bidang SPM.
Kegiatan turut dihadiri Tim Pembina Posyandu Kabupaten Sergai, para kader, masyarakat, Tim Pembina Posyandu Provinsi Sumatera Utara dan undangan lainnya. (MC/Her)






