JAKARTA | Bisanews | Sidang kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (1/11/2022), dengan menghadirkan saksi Vera Maretha Simanjuntak, kekasih Yosua.
Vera dalam kesaksiannya mengungkap percakapannya dengan Yosua di telepon. Waktu itu Yosua mengatakan dia ada masalah, dan meminta Vera untuk mencari kekasih baru.
“Tiba-tiba dia telepon saya 21 Juni, (pukul) 12 malam. Kemudian dia bertanya, ‘Lagi di mana, Dik’, (dijawab Vera), ‘Lagi di rumah, Bang’. (Vera tanya) ‘Nggak dinas?’, (jawab Yosua), ‘Abang ada masalah, Dik’,” kata Vera menirukan obrolannya dengan Yosua, dikutip dari detikNews.
Vera membujuk Yosua agar menceritakan masalahnya. Namun Yosua enggan menceritakan kepada Vera, bahkan kepada keluarganya. Yosua menyebut biar dirinya saja yang menanggung masalah tersebut sendiri.
“Dia bilang, ‘Abang ada masalah, Dik. Nggak bisa cerita masalah ini, baik ke Mama, baik ke Bapak, baik ke Reza, Kak Yuli, atau ke Adik. Saya sendiri,” tutur Vera.
“Saya jawab, ‘Masalah apa, Bang? Ceritalah, jangan dipendam sendiri’, (jawab Yosua), ‘Nggaklah, Dik. Biarlah aku yang nanggung ini semua’,” ujarnya.
Alih-alih bercerita, Yosua justru bertanya kepada Vera kenapa masih menunggu dia. Yosua meminta Vera tidak menunggu dirinya dan mencari serta menikahi laki-laki lain. Hal tersebut lantas ditolak Vera.
“Terus dia bilang lagi, ‘Kenapa kau masih nunggu Abang, Dik?’. Terus saya bilang, ‘Kan saya sayang sama Abang’. (Yosua bicara) ‘Bukalah, Dik, hatimu buat laki-laki lain. Nikah, punya anak kalian, bahagia’,” tutur Vera.
“Nggak mau saya bilang. Aku maunya nikah sama Abang, Abang diem aja. Abang nggak sayang lagi ya sama Adik,” imbuhnya.
Setelah Vera mengatakan hal tersebut, Yosua lalu meminta telpon disudahi dengan alasan dadanya sakit dan mau istirahat. Saat itu Vera menyarankan untuk menelepon adik Yosua, Bripda Mahareza Rizky Hutabarat, untuk mengantarkan obat, namun ditolak Yosua.
“Terus dia bilang, ‘Dadaku sesak, Dik. Aku mau tidur saja’. (Vera tanya), ‘Memang sakit? Aku telepon Adik Reza ya buat antar obat buat Abang’. (Yosua jawab) ‘Nggak, Dik’. Aku ‘Tidur sana’. Saya suruh dia tidur,” pungkasnya.
Sekedar mengingatkan, Yosua tewas ditembak di rumah dinas Sambo, Jumat (8/7/2022) sore. Peristiwa itu awalnya disebut tembak-menembak yang diawali dugaan pelecehan terhadap istri Sambo, Putri Candrawathi.
Namun belakangan, terungkap semua cerita awal diduga hanyalah karangan Ferdy Sambo belaka. Polisi pun menetapkan 11 orang sebagai tersangka.
Kasus ini kemudian masuk ke meja hijau. Berikut daftar terdakwa di kasus ini:
Terdakwa pembunuhan berencana:
1. Ferdy Sambo
2. Putri Candrawathi
3. Bharada Richard Eliezer
4. Bripka Ricky Rizal
5. Kuat Ma’ruf
Terdakwa kasus ITE merusak CCTV atau merintangi penyidikan pembunuhan:
1. Ferdy Sambo
2. Brigjen Hendra Kurniawan
3. Kombes Agus Nurpatria
4. AKP Irfan Widyanto
5. Kompol Chuck Putranto
6. AKBP Arif Rahman Arifin
7. Kompol Baiquni Wibowo.





