Wabup Asahan Ikuti Rakor Penguatan Sinergi Sejumlah Lembaga Negara

Wabup Asahan Ikuti Rakor Penguatan Sinergi Sejumlah Lembaga Negara
Wakil Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar, S. Sos, M. Si, saat mengikuti Rapat Koordinasi Penguatan Sinergi Antara KPK, Kemendagri, BPKP, dan Pemerintah Daerah, di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Rabu (27/3/2024). (Foto: Pemkab). 

MEDAN | Bisanews.id |Wakil Bupati (Wabup) Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar, S. Sos, M. Si, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Sinergi antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembanguan (BPKP), serta Pemerintah Daerah di Wilayah I Kedeputian Bidang Koordinasi dan Supervisi. 

Rakor dilaksanakan di Aula Tengku Rizal Nurdin, Lt. II Kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Rabu (27/3/2024). Pembukaan Rakor ditandai pemukulan gong oleh Pj Gubernur Sumut, Hassanudin.

Hassanudin dalam sambutannya mengatakan, banyak hal yang sudah dicapai pada tahun 2023. Semuanya itu merupakan hasil kerja bersama. Kendati demikian, Pemprov Sumut akan terus melakukan perbaikan melalui dukungan KPK, pemerintah pusat, Forkopimda, dan instansi vertikal yang ada di Sumut.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga terus memperkuat implementasi SIPD yang sudah dikembangkan oleh Kemendagri. SIPD membuat data perencanaan, penganggaran, belanja, dan realisasi anggaran menjadi terintegrasi, sehingga bisa memantau alokasi anggaran untuk penanganan stunting atau kemiskinan dengan tepat dan cepat yang tersebar di berbagai kegiatan lintas OPD”, ungkap Hassanuddin, pasca menerima penghargaan kategori Sertifikasi dengan Luasan Terbanyak dari KPK.

Pemprov Sumut, ujarnya, akan terus mengembangkan sistem pengadaan barang jasa dengan sistem e-Catalog, penataan barang milik daerah, pendataan, pengadministrasian, dan pengusaan aset daerah, agar tidak dikuasai pihak ketiga.

“Kerja sama dengan BPN dengan hasil banyaknya bidang tanah yang sudah disertifikatkan, pengembangan pemanfaatan barang milik daerah dengan konsep best use dan high use. Untuk aspek perizinan, kami akan terus mengembangkan sarana prasarana, regulasi dan penguatan SDM yang kompeten dan berintegritas. Mendorong optimalisasi pelayanan mal pelayanan publik di empat kabupaten kota,” terangnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK, Didik Agung Widjanarko, mengajak semua pihak untuk melakukan introspeksi diri terkait cerminan korupsi yang ada. Seperti di tingkat negara pada tahun 2022, Indonesia memeroleh nilai 34 dengan rangking 110 dari 190 negara. Nilai ini tidak mengalami perubahan pada tahun 2023, yang nilainya juga 34 dengan rangking 115.

“Semakin sedikit, semakin mendekati tingkat korupsi makin tinggi. Kita perbaiki ini lebih baik lagi. Dari transparansi internasional Indonesia, sektor politik pemilu berjalan dengan jujur, adil, dan terintegritas. Pada sektor praperadilan dan penegakan hukum tidak ada kekuatan intervensi. Untuk sektor ekonomi dan bisnis adanya perbaikan iklim usah. Kemudian, kebebasan orang untuk menyampaikan pendapat hal-hal yang tidak sejalan dengan pemerintah, ini yang menjadi rekomendasi untuk perbaikan ke depannya,” ujarnya.

Usai Rakor, Wakil Bupati Asahan, didampingi sejumlah OPD, mengatakan, siap mendukung Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dalam setiap program kerja yang bertujuan untuk memajukan Sumut. Serta menjadikan Sumut Aman dan Bermartabat, sesuai visi Pemprov Sumut.

“Selain itu, Pemerintah Kabupaten Asahan akan transparan dalam setiap kegiatan, sehingga tindakan korupsi dapat dicegah”, ujarnya.

Dia juga mengucapkan selamat untuk Pemprov Sumut yang telah mendapat penghargaan kategori Sertifikasi dengan Luasan Terbanyak dari KPK. (Kiki)