MEDAN | Bisanews.id | Salah seorang warga Kota Medan yang bekerja di Osaka, Jepang, Nur Elysah Manik mengaku rindu dengan bunyi kembang api di malam tahun baru. Pasalnya, dia tak menemukan hal itu di Osaka. Tidak seperti di Indonesia, suasana pergantian tahun di kota itu justru sepi.
“Kalau di sini itu enggak ada pesta kembang api. Bahkan, sepi sekali suasana kota pada malam tahun baru,” kata Nur melalui telepon seluler, Senin (2/1/2023).
Menurut wanita yang mengaku telah bekerja di negeri Sakura itu selama hampir 5 tahun, masyarakat asli Jepang cenderung pergi ke kuil untuk beribadah dan berkumpul dengan keluarganya.
“Biasanya mereka (masyarakat Jepang) pergi ke kuil-kuil, atau berkumpul bersama keluarga sambil menyantap Osechi. Osechi itu makanan yang wajib pada pergantian tahun baru,” kata Nur.
Selama perayaan tahun baru, Mahasiswa Sastra Jepang USU itu mengaku dia lebih memilih berkumpul bersama teman-temannya yang juga berasal dari Indonesia.
“Kalau saya sih, lebih memilih untuk pribadi, seperti berkumpul bersama teman-teman”, ucapnya.
Nur mengaku sangat merindukan suasana perayaan tahun baru di Kota Medan, terutama bunyi kembang api, dan berkumpul dengan keluarga.
Karena itu, ia berharap suatu hari nanti dapat merayakan pergantian tahun di Kota Medan bersama keluarga
Sementara, Ibunda Nur Alysah Manik, Wati Suryani yang tinggal di Jalan Maluku, Medan membenarkan Nur merindukan bunyi kembang api saat pergantian tahun. Nur selalu bertanya bagaimana suasana pergantian tahun di Medan.
“Dia sangat merindukan bunyi kembang api di saat pergantian tahun, karena di Osaka tidak ada seperti itu,” kata Wati.
Dijelaskannya, sewaktu Nur masih anak-anak, dia suka bermain kembang api bersama teman-teman seusianya. Namun, setelah bekerja di Jepang, ia tak menemukan hal itu lagi.
“Makanya, saya selalu kirim video pergantian tahun kepadanya, baik video pesta kembang api maupun video kumpul keluarga, agar dia bisa merasakannya walau dari kejauhan,” pungkasnya.





