550 Guru di Batu Bara Jalani Tes Urine

Petugas sedang melakukan tes urine terhadap 550 guru di Batu Bara.

BISANEWS.ID | BATU BARA | Sebanyak 550 guru di Kabupaten Batubara, Sumatra Utara, menjalani tes urine yang digelar Dinas Pendidikan setempat bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Batubara.

“Tes urine yang dilaksanakan bersama dengan BNN Kabupaten Batubara bertujuan bukan untuk mencari kesalahan. Tetapi langkah ini menjadi bagian dari pembinaan ASN dalam rangka deteksi dini penyalahgunaan obat dan narkotika,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Batu Bara, Ilyas Sitorus, Rabu (1/12/2021).

Ilyas mengatakan, untuk pelaksanaan tes urine digelar di UPTD SMP N 2 Medang Deras, SMP N 1 Datuk Lima Puluh, SMP N 1 Lima Puluh dan SDN 08 Bangun Sari, Datuk Tanah Datar.

Menurutnya, kegiatan yang dilakukan ini murni berupa pengawasan reguler yang dilakukan sesuai dengan perintah Bupati Batu Bara sebagai tindak lanjut Inpres Nomor 2 tahun 2020 tentang Rencana Aksi P4GN. Jadi Ini hal yang sangat positif karena kalau membicarakan pendidikan yang berkarakter harus dimulai dari guru.

“Terkait penggunaan narkoba di kalangan guru, kemungkinan pontensi penggunaannya pasti ada. Saya kira bukan hanya guru saja, semua kalangan ada. Hanya bagaimana caranya agar para guru ini tidak terjerumus pada penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Ia menuturkan, hasil tes urine nantinya akan ditindaklanjuti dengan assesment oleh BNN Kabupaten Batu Bara dan akan diuji secara spesifik.

“Kita dengan BNNK sudah ada kesepahaman. Jadi, jika nanti dari hasil assesment ada ASN yang menunjukkan perlu diberikan hukuman disiplin akan memberikan tiga hukuman seperti hukuman ringan, sedang dan berat, atau pemberhentian dari ASN. Tetapi sejauh ini kita belum menemukan oknum guru yang terlibat narkoba. Sebagai contoh dari 147 guru di lokasi UPTD SMP N 2 Medang Deras, semua hasilnya negatif,” tuturnya.

Baca Juga:  Seknas PMP Sumut dan Sedulur Selawase Program Air Minum ke Masjid

Sementara, Kepala BNN Kabupaten Batu Bara, AKBP Zainuddin mengatakan, dalam upaya meminimalisir penanggulangan narkoba, BNN tidak hanya menggunakan pendekatan demand reduction melalui rehabilitasi, pencegahan, dan pemberdayaan masyarakat, tetapi juga menggunakan pendekatan supply reduction dengan sasaran bandar dan pengedar. (Mhd Dian Safei).

Related posts