Apresiasi Rencana Pembangunan Perkantoran Pemkab Batubara

Baleho pemberitahuan lokasi pembangunan perkantoran Pemkab Batubara.(Foto Bisanews.id)

BATU BARA I Bisanews.id I Komplek pembangunan perkantoran Pemkab Batubara terintegrasi yang sudah cukup lama digaungkan akhirnya mendapat titik terang setelah tercapai kesepakatan lokasi.

Tahun 2022 ini masyarakat Kabupaten Batubara sudah bisa berbangga setelah dipastikan komplek perkantoran Pemkab Batubara dibangun di Jalinsum Perkebunan PT Socfindo kebun Tanah Gambus, Desa Perkebunan Lima Puluh Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batubara, Sumatra Utara.

Informasi dihimpun, tanah seluas 50 ha, HGU PT Socfin Indonesia itu telah diserahkan kepada Pemkab Batubara di blok 109 dan blok 114, di Dusun II, Desa Perkebunan Lima Puluh, Kecamatan Lima Puluh.

“Sebagai warga Lima Puluh yang merupakan ibukota Kabupaten Batubara, kami mengapresiasi rencana pembangunan komplek perkantoran yang didalamnya kelak dibangun Kantor Bupati permanen serta perkantoran Dinas/ Badan di lingkungan Pemkab Batubara,”kata Komunitas Famili ( Forum Aliansi Masyarakat Lima Puluh) Zainuddin, Rabu (12/1/22).

Zainuddin mengaku sempat gusar ketika lokasi perkantoran Pemkab Batubara pernah direncanakan di Perupuk dan kemudian dipindah ke Perkebunan Kuala Gunung.

“Lokasi sebelumnya tidak tepat karena akan menjadikan Lima Puluh sebagai kota mati. Namun Pemkab Batu Bara dibawah kepemimpinan  Ir H Zahir MAP ternyata memahaminya sehingga dalam RTTW terbaru menetapkan Perkebunan PT Socfindo yang bersebelahan dengan Kelurahan Lima Puluh Kota sebagai lokasi perkantoran,”ucapnya.

Ia berharap tidak ada lagi kendala sehingga komplek perkantoran Pemkab Batu Bara yang integratif dapat terwujud, yang sudah didambakan masyarakat lebih 10 tahun.

Zainuddin mengingatkan agar dalam pembangunannya kelak, Pemkab Batubara melalui rekanan yang memenangkan kontrak agar mengutamakan putra daerah sebagai pekerja.

Pengadaan lahan untuk pembangunan perkantoran Pemkab  Batubara nyaris menemui jalan buntu. Saat itu managemen PT Socfindo menyatakan keberatan atas harga ganti rugi yang diajukan Pemkab Batubara. Melalui penilaian Kantor Jasa Penilai Publik Muttaqin Bambang Purwanto Rozak Uswatun dan Rekan (KJPP MBPRU), yang menyampaikan besaran uang ganti kerugian dengan nilai sebesar Rp. 9.529.670.000, untuk ganti kerugian areal blok 109 dan blok 114 HGU PT Socfin Indonesia. Berikut tanaman diatasnya yang terletak di Dusun II, Desa Perkebunan Lima Puluh, Kecamatan Lima Puluh, seluas 493.700 m².

Baca Juga:  Toyata Avanza 2021 - Mitsubishi Xpander 2021, Terbaik

Harga tawaran Pemkab Batubara ditolak PT Socfindo. Pemkab Batubara kemudian mengajukan permohonan penitipan uang ganti kerugian pengadaan tanah tersebut kepada Pengadilan Negeri Kisaran.

Melalui Kuasa hukumnya Sri Falmen Siregar, PT Socfindo mencabut surat gugatan di Pengadilan Negeri Kisaran.

Related posts