MEDAN | Bisanews.id | Semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama kembali ditunjukkan para pemuda di Sumatera Utara melalui kegiatan pemotongan tiga hewan kurban yang digelar gabungan organisasi kepemudaan lintas iman dan lintas organisasi di Kota Medan, Kamis (28/5/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan unsur pemuda dari Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Utara, Pemuda Katolik Komda Sumut, PW Muhammadiyah, PW Al Washliyah, serta Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sumatera Utara.
Ketua PW GP Ansor Sumatera Utara, H. Adlin Tambunan yang juga Wakil Bupati Serdang Bedagai, mengatakan kegiatan kurban lintas agama itu merupakan bentuk nyata komitmen generasi muda dalam menjaga persatuan serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.
“Iduladha mengajarkan kita tentang keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama. Hari ini kami ingin menunjukkan bahwa semangat berbagi dan gotong royong tidak mengenal perbedaan agama maupun organisasi. Semua bersatu untuk kemanusiaan dan kebersamaan,” ujar Adlin Tambunan.
Wakil Bupati Serdang Bedagai itu juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Utara, Kapolda Sumut, dan sejumlah pihak lainnya yang telah menyalurkan hewan kurban melalui pemuda lintas iman.
“Terima kasih kepada Gubernur Sumatera Utara, Kapolda Sumut, dan pihak lainnya yang telah berkurban melalui pemuda lintas iman. Daging kurban ini nantinya akan kami bagikan kepada masyarakat yang berhak menerimanya,” katanya.
Sementara itu, Ketua Gerakan Pemuda Al Washliyah Sumut, Nurul Yaqin Sitorus, menegaskan bahwa kehadiran pemuda di tengah masyarakat merupakan bentuk pengabdian dan pelayanan demi kemajuan Sumatera Utara.
“Poin utamanya adalah pemuda harus hadir dan bermanfaat bagi masyarakat. Ini merupakan langkah baik dalam mendukung pembangunan di Sumatera Utara,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua GAMKI Sumut, Swangro Lumbanbatu, menilai pemuda memiliki peran strategis dalam menjaga kerukunan dan stabilitas sosial di Sumatera Utara. Menurutnya, kolaborasi lintas agama seperti ini harus terus dirawat agar menjadi contoh positif bagi masyarakat luas.
“Sumatera Utara adalah daerah yang kaya akan keberagaman. Karena itu, tugas kita bersama adalah menjaga persaudaraan dan memastikan perbedaan menjadi kekuatan untuk membangun daerah. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin mengirim pesan bahwa toleransi harus hidup dalam tindakan nyata,” ungkapnya.
Terakhir, Ketua Pemuda Katolik Sumut, Parulian Silalahi, berharap sinergi lintas agama dan lintas organisasi dapat terus diperkuat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan lainnya.
(Her)





