Chairum Lubis Sosok Pejuang Nasib Jurnalis

Ketua JMSI Sumut Rianto Agly SH menyulangi Chairum Lubis SH. (Bisanews.id/ ayu)

MEDAN I Bisanews.id I Chairum Lubis SH sosok sang berdedikasi bagi profesi, rekan sejawatnya dan pejuang nasib jurnalis lewat Media Online Pewarta.co. Hal itu tidak terbantahkan, tepatnya 27 Desember 2021,media online yang dipimpinnya dikenal sebagai perusahaan pers yang eksis di Kota Medan dan sudah memasuki usia 5 tahun.

Namun kesuksesan pewarta.co hingga menapaki usia saat ini tak lepas dari keuletan, ketabahan dan kesabaran seorang Chairum.
Pria lahir dalam keluarga sederhana berdarah Mandailing tersebut adalah pekerja keras dan sudah mencicipi lika-liku ‘pahit’ getirnya hidup.
Sekjen Jaringan Media Siber (JMSI) Sumut ini terpaksa harus menghadapi apa yang namanya keterbatasan. Semasa SMA, Chairum pernah bekerja serabutan, sebagai penjual bahan-bahan makanan.

“Apa saja saya jual ketika itu,”jawab Chairum saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (29/12/2021).

Diceritakan, pertemuannya dengan seorang jurnalis senior, Khairul Muslim pada 2010 silam merupakan titik awal perubahan hidupnya. Lewat abang kandungnya, Chairum dipertemukan dengan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara saat itu.
Untuk memenuhi syarat sebagai wartawan, Chairum diwajibkan belajar menulis 5W+1H. Dia pun berguru ke sebuah lembaga pendidikan jurnalistik di kawasan Kota Matsum.

“Setelah mendapat sertifikat kelulusan dasar menulis, barulah saya melamar dan diterima di sebuah koran lokal,”kenangnya.
Perjuangan ayah 4 anak ini pun mulai diterjang masalah yang lebih berat. Ia tak menerima honor alias tanpa gaji hampir sepuluh tahun lamanya, meski sudah menjalani profesi sebagai wartawan di sebuah koran lokal.

“Dari mulai terima gaji hanya Rp.75 ribu sampai akhirnya, beberapa tahun lalu menjadi Rp250 ribu,”cerita Chairum sambil tersenyum.
Meski harus menjalani hidup tanpa gaji memadai, Chairum tetap tegar dan terus berusaha untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Di tengah keterbatasan itu, ia memikirkan sebuah cara untuk mendapatkan uang dari mengelola keamanan dan kebersihan pasar Suka Ramai.

Baca Juga:  Deli Serdang Juara Umum Pospedasu ke VIII 2021

Dari situlah, Chairum akhirnya memutuskan untuk membidani sebuah bisnis perusahan pers.
Chairum lahir dan besar di kawasan Sukaramai ini merasakan betul getirnya hidup wartawan yang bekerja tanpa memgenal waktu, namun hanya menerima gaji yang minim.

Apalagi untuk membiayai 4 orang anaknya bersekolah.
Karena itu, ia berniat mengajak beberapa teman jurnalis dan diberi gaji atau honor yang memadai. Cita-citanya pun tercapai. Kini, beberapa wartawan diajaknya bergabung. Ada sekitar 10 jurnalis yang sekarang ia pekerjakan dan digaji.

Popularitas pewarta.co semakin dikenal. Kerjasama dari pihak swasta dan kepolisian menjadi andalan pemasukan perusahaan persnya.
Mantan Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Wakapolda Sumut), Brigjen Pol Mardiaz Khusin Dwihananto yang saat ini menjabat Kasetukpa Lemdiklat Polri dan Brigjend Pol H Dadang Hartanto (mantan Kapolrestabes Medan), pemacu semangat Chairum untuk terus eksis meningkatkan performa pewarta.co.

“Berkat beliau-beliau berdualah, performa pewarta semakin diakui,”jelas Chairum.
Disebutkan, untuk membesarkan pewarta, banyak aral yang menghadang. Selain persaingan sesama media online, juga media sosial.

“Kita terus berinovasi agar tak kalah tertinggal dengan medsos,”tambahnya.
Chairum juga peraih sertifikat Uji Kompetensi Wartawan dari tingkat Muda hingga Utama yang dieselengarakan PWI bekerjasama dengan Dewan Pers pada akhir tahun 2018 lalu.

“Ya kerja keras, pahit, getir selalu berbuah manis. Pewarta.co hari ini menjadi salah satu media penyampai informasi terpercaya dan tak lelah melawan terpaan waktu dan tak tergerus ombak,”ucapnya.

Related posts