Dilarang Berjualan Pakaian Bekas Impor, Bagaimana Nasib Pedagang Monza?

Dilarang Berjualan Pakaian Bekas Impor, Bagaimana Nasib Pedagang Monza?
Pedagang Monza di Pasar Senin, Bandar Setia. (Poto : Ayub)

MEDAN | Bisanews.id | Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan praktek jual beli atau impor pakaian bekas sangat mengganggu industri tekstil dalam negeri.

Jokowi meminta para pihak seperti kementerian terkait untuk menghentikan praktik-praktik impor pakaian bekas. Dia meminta Kementerian terkait untuk menemukan pelaku impor pakaian bekas dalam waktu satu atau dua hari.

Terkait intruksi presiden tersebut, Bareskrim Polri telah berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan terkait penindakan praktik impor pakaian bekas alias thrift.

“Hari ini, Selasa (14/3/2023), Bareskrim Polri melakukan koordinasi dengan Kementerian Perdagangan tentunya terkait dengan penindakan praktik bisnis pakaian bekas impor atau thrifting dan upaya ini tentu akan menyesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan di Jakarta seperti dikutip dari tribratanews.polri.go.id.

“Sudah saya perintahkan untuk mencari betul dan sehari dua hari sudah banyak yang ketemu. Itu menganggu industri kecil di dalam negeri. Sangat menganggu. Yang namanya impor pakaian bekas mengganggu,” kata Jokowi dikutip dari portal berita daring nasional

Sebelumnya, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki meyatakan jika bisnis pakaian bekas atau thrifting mengancam pelaku UMKM.

Pihaknya merujuk pada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 40 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 18 Tahun 2021 tentang Barang Dilarang Ekspor dan Barang Dilarang Impor, bisnis barang bekas, utamanya pakaian, telah diatur sebagai barang yang dilarang untuk diimpor.

Sementara itu, menyikapi pernyataan presiden Jokowi, Pemerintah Kota Bandung berencana memperketat arus lalu lintas bisnis jual-beli baju bekas impor atau thrifting.

Pemerintah setempat menyatakan akan intensif melakukan pengawasan dan berkoordinasi dengan instansi yang lebih berwenang jika didapati praktik ilegal dalam bisnis tersebut.

Baca Juga:  Dewan Syuro PKB Medan Timur Gelar Jumat Berkah

Kota Bandung memang dikenal sebagai salah satu kawasan yang menjadi tempat usaha penjualan baju bekas impor.

Bisnis ini terus menjamur dan kian diminati masyarakat utamanya kaum muda baik sebagai pembeli maupun pelaku usaha.

Di sisi lain, pemerintah mulai melarang aktivitas bisnis pakaian bekas impor karena mulai mengganggu tumbuh kembang produk lokal, industri tekstil dalam negeri, serta usaha mikro kecil, dan menengah (UMKM).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun mengancam adanya aktivitas impor pakaian bekas atau thrifting yang semakin menjamur ini, yang juga disebut berpotensi menjadi media penyebar penyakit dari berbagai sumber.

Writer: AyEditor: Ay