Medan | bisanews.id | Di tengah perubahan ekonomi di berbagai fase kehidupan, membuat kebutuhan dalam mengelola kekayaan terus berkembang.
Apalagi kekayaan kini tidak hanya berfokus pada pertumbuhan aset, tetapi bagaimana keputusan finansial dapat mendukung kebutuhan keluarga, keberlanjutan bisnis, kualitas hidup, hingga rencana jangka panjang.
Dan semangat tersebut tercermin dalam Wealth Wisdom 2026 yang kembali hadir di Medan. Memasuki penyelenggaraan ke-12, signature event tahunan Permata Bank, mengusung tema “Finding
Balance, Building Resilience” dengan semangat “Growing Together Through Changes”, yang mengajak nasabah melihat langsung kekayaan secara lebih utuh di setiap tahap perjalanan kehidupan.
Pendekatan tersebut menjadi semakin relevan di tengah dinamika ekonomi Sumatra Utara. Berdasarkan data Badan
Pusat Statistik (BPS), ekonomi Sumatra Utara pada triwulan II 2026 tumbuh 5,06% secara tahunan (year-on-year), dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp341,05 triliun
Sementara itu, inflasi tahunan Sumatra Utara tercatat 3,23% pada Agustus 2026.
Kondisi tersebut menjadi konteks bagi nasabah
terus mencermati perkembangan ekonomi, memahami risiko, serta menyesuaikan strategi pengelolaan kekayaan dengan tujuan finansial masing-masing.
Sedangkan Eddie Sajoga, Direktur Consumer & Branch Banking Permata Bank di Medan, Rabu (24/9/2026 mengatakan, bagi pihaknya kekayaan bukan hanya
mengenai seberapa besar aset bertumbuh, tetapi bagaimana kekayaan tersebut dapat mendukung hal-hal yang
penting dalam kehidupan.
“Ada keluarga yang ingin dilindungi agar bisnis yang diharapkan berkembang, kesehatan
yang perlu dijaga, serta generasi berikutnya yang dipersiapkan. Karena itu, membangun kekayaan perlu berjalan beriringan dengan kemampuan menjaga keseimbangan dan ketangguhan dalam menghadapi perubahan,” katanya.
Melihat Kekayaan Secara Lebih
Untuk itu Holistik
Wealth Wisdom 2026 mengajak nasabah memaknai kekayaan melalui enam pilar yaitu, Frugality, Purpose, Health,
Relation, Giving dan Moments.
“Keenam pilar tersebut menjadi kerangka untuk melihat, bahwa kekayaan tidak hanya berkaitan dengan aspek finansial, tetapi juga tujuan hidup, kesehatan, relasi, kontribusi, serta berbagai momen yang memberi makna dalam kehidupan,” ucap Eddie.
Di Medan, tema tersebut diwujudkan melalui tiga sesi yang saling melengkapi, mulai dari keberlanjutan bisnis dan
legacy, kesehatan fisik dan mental, hingga dinamika pasar dan strategi investasi.
Maka melalui kelas “Beyond Wealth: A Legacy That Lasts”, Dahlan Iskan, Menteri Negara BUMN periode 2011–2014 lalu, berbagi pengalaman soal kepemimpinan dan keberlanjutan bisnis, termasuk bagaimana nilai dan legacy dapat terus dijaga ketika estafet beralih kepada generasi penerus.
“Dan nasabah harus melihat kesehatan fisik dan mental sebagai fondasi untuk terus berkarya dalam mengambil keputusan dan
menjalani kehidupan secara lebih seimbang,” ujarnya.
Dari sisi finansial, sesi “Reading the Market, Building the Future”, telah menghadirkan Heriyanto Irawan dari PT Verdhana Sekuritas Indonesia dan Antony Dirga dari PT Trimegah Asset Management untuk membahas dinamika pasar, risiko
dan peluang, strategi alokasi aset, serta penyusunan portofolio di tengah perubahan kondisi ekonomi.
Ketiga sesi tersebut menunjukkan, bahwa ketangguhan dibangun melalui berbagai aspek yang saling berkaitan, mulai dari keberlanjutan bisnis dan kesehatan hingga kemampuan mengambil keputusan finansial di tengah perubahan.
Mempersiapkan Generasi Penerus.
Kesiapan generasi penerus menjadi bagian penting dari keberlanjutan kekayaan. Tidak hanya mengenai aset yang akan diteruskan, tetapi juga bagaimana generasi berikutnya dibekali wawasan dan kesiapan untuk mengelolanya.
Melalui penempatan dana di Permata Masa Depan, putra-putri nasabah Private dan Priority berusia 15–25 tahun berkesempatan mengikuti Future Leaders Journey Shanghai 2026.
Program ini memberikan pengalaman edukatif melalui kunjungan ke Fudan University, Shanghai Normal University, Xi’an Jiaotong-Liverpool University, Alibaba Company, dan Bangkok Bank di Shanghai, untuk memperluas wawasan global, bisnis, dan kepemimpinan generasi muda.
Pendampingan pengelolaan kekayaan juga diperkuat melalui Digital Transaction Assistance (DiTA), layanan transaksi
investasi berbasis hybrid yang memadukan pendampingan Relationship Manager dengan otorisasi digital langsung
oleh nasabah.
Pendekatan ini memberikan fleksibilitas bagi nasabah dalam proses transaksi sekaligus tetap memiliki akses terhadap pendampingan personal sesuai kebutuhan.
Selain melalui sesi edukasi, pengalaman Wealth Wisdom 2026 di Medan dilengkapi dengan Wealth Bazaar. Berbagai area interaktif tersebut memberikan kesempatan kepada nasabah untuk mengenal lebih dekat solusi, layanan, dan
inisiatif Permata Bank sebagai bagian dari pengalaman Wealth Wisdom yang lebih menyeluruh.
“Semangat Growing Together bagi kami berarti terus hadir bersama nasabah ketika kebutuhan mereka berkembang, termasuk saat mempersiapkan masa depan keluarga dan generasi penerus. Bagi kami, perjalanan tersebut
membutuhkan pendampingan yang terus relevan dengan kebutuhan nasabah di setiap tahap kehidupan,” pungkaa Eddie mengakhiri. (rel)






