Lakukan P4GN, BNNK Asahan Angkut 12 Orang Positif Gunakan Narkotika dari Rumah Kontrakan 

Lakukan P4GN, BNNK Asahan Angkut 12 Orang Positif Gunakan Narkotika dari Rumah Kontrakan 
Lakukan P4GN, BNNK Asahan Angkut 12 Orang Positif Gunakan Narkotika dari Rumah Kontrakan 

ASAHAN I BisaNews.id | Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Asahan melakukan P4GN di Rumah Kontrakan di Kelurahan Kisaran Naga Kecamatan Kota Kisaran Timur Kabupaten Asahan, Kamis (5/10/2023).

Razia dipimpin langsung oleh Kepala BNN Kabupaten Asahan, Adrea Retha Zulhelfi bersama Kasubbag Umum dan para Ketua Tim.

“Razia dilakukan guna Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), ” kata Adrea Retha Zulhelfi.

Razia digelar di kawasan rumah kontrakan dan berhasil mengangkut 12 orang Positif menggunakan Narkotika jenis sabu serta pil ekstasi.

“Lokasi sasarannya adalah rumah kontrakan di Kelurahan Kisaran Naga Kecamatan Kota Kisaran Timur Kabupaten Asahan – Sumatera Utara, ” sambungnya.

Terpilihnya lokasi ini kata Adrea Retha Zulhelfi merupakan hasil dari penyelidikan Tim BNN Kabupaten Asahan yang menindaklanjuti laporan masyarakat, khususnya wilayah Kecamatan Kota Kisaran Timur dan Kecamatan Kota Kisaran Barat.

“Ini merupakan bentuk pelaksanaan Instruksi langsung Kepala BNN Provinsi Sumatera Utara, Brigjen Pol Toga H. Pandjaitan kepada seluruh BNN Wilayah Sumatera Utara, khususnya BNN Kabupaten Asahan, ” sebutnya.

Dikatakannya lagi, sebanyak 12 orang terindikasi ositif, terdiri dari 7 laki – laki dan 5 perempuan. Mereka langsung digelandang ke Kantor BNN Kabupaten Asahan.

“Selanjutnya, akan dilakukan Skrining Intervensi Lapangan (SIL) yang merupakan program Assessmen oleh Tim Rehabilitasi BNN Kabupaten Asahan,” terang Yudi.

Lanjutnya, dalam masa tersebut, kepada 12 orang ini, akan dilakukan Assessmen oleh Tim Rehabilitasi. Setelah itu, akan di tetapkan pembinaan baik rawat jalan maupun rawat inap.

Sebelumnya, sebagaimana diketahui dalam Hasil Rapat Terbatas (RATAS) tentang Penanganan Narkotika antara Presiden RI dengan Kepala BNN RI beserta jajaran Penegak Hukum lainnya.

“Presiden meminta perhatian lebih melalui tagline “EXTRAORDINARY” di 10 Provinsi di Indonesia dalam penanganan Narkotika,” ungkap Yudi.

Baca Juga:  Puluhan Pelaku Ekraf Akan Dipertemukan dengan Lembaga Pendanaan Syariah

Masih Yudi, ia juga menyebutkan, Sumatra Utara sendiri menjadi salah satu Provinsi terbesar peredaran Narkotika dari 10 Provinsi tersebut.

Maka dari itu, dalam menindaklanjuti RATAS, ke depan BNN Kabupaten Asahan akan terus memantau secara Extra Wilayah yang rawan peredaran Narkotika.

“Tentunya ini, merupakan langkah sinergi bersama dengan para Penegak Hukum lainnya di Kabupaten Asahan,” tegas Yudi sekaligus mengakhiri.

Writer: KikiEditor: Ayub