Mantan Walikota Tanjung Balai Patok Tarif Rp 500 Juta kepada Calon Sekda

Mantan Walikota Tanjung Balai Patok Tarif Rp 500 Juta kepada Calon Sekda
Mantan Walikota Tanjung Balai Syahrial saat ditahan KPK beberapa waktu lalu. (Foto: dok okezone/bisanews)

BISANEWS.ID | MEDAN | Mantan Walikota Tanjung Balai Muhammad Syahrial mengaku mematok tarif Rp 500 juta kepada calon sekretaris daerah (Sekda) Yusmada, saat dirinya masih menjabat walikota.

Hal itu dikatakan Syahrial ketika menjadi saksi dalam sidang perkara dugaan suap lelang jabatan dengan terdakwa mantan Sekda Tanjung Balai Yusmada di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (6/12/2021).

Namun, lanjutnya, realisasinya hanya Rp 100 juta. Uang tersebut diserahkan Yusmada yang selanjutnya menjadi Sekda Tanjung Balai.

“Saya memanggil Sajali supaya mempertanyakan Yusmada apabila jadi Sekda apa visi misi dan programnya. Selain itu, saya sampaikan ke Sajali kalau mau jadi Sekda adalah uang-uangnya saya sampaikan,” kata Syahrial menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dilansir dari Tribun News, Syahrial mengatakan ia sempat tiga kali memerintahkan Sajali, yang merupakan teman akrabnya, untuk menemui Yusmada guna memastikan kesediaannya menjadi Sekda dengan memberikan sejumlah uang.

“Kalau tidak salah nominalnya pertama Rp 500 juta. Tapi Yusmada keberatan. Gak sanggup dia segitu. Setelah itu saya suruh jumpai berapa kemampuannya, lalu disampaikan Sajali Rp 300. Itu pun liat nantilah katanya. Setelah itu udah mau dekat pelantikan SK-nya sudah saya tandatangan akhirnya realisasinya Rp 100 juta,” bebernya.

Meski demikian, Syahrial mengaku tidak pernah mengeluarkan perintah atau berkoordinasi kepada bawahannya yang menangani pemilihan Sekda supaya Yusmada diloloskan. Sebab katanya dari semua kandidat nilai Yusmada yang tertinggi.

“Tidak ada (perintah) karena memang nilainya yang paling tinggi,” ujarnya.

Dalam sidang tersebut Syahrial juga mengaku ia sempat mengatur strategi agar perbuatannya tidak terendus KPK. Dia mengatur siasat agar pemberian uang tersebut diganti menjadi uang pinjaman, bukan suap lelang jabatan. “Iya benar, usai diperiksa KPK itu,” katanya saat JPU membacakan BAP.

Baca Juga:  Tim Pemko Medan Melaju ke Semifinal Kalahkan Tapteng dan Siantar

Usai mendengarkan keterangan saksi, saat dikonfrontir terdakwa Yusmada membenarkan semua keterangan Syahrial. “Ya benar semua Yang Mulia,” kata Yusmada.

Usai mendengar keterangan saksi, majelis hakim yang diketuai Eliwarti menunda sidang pekan depan.

Related posts