Pelaku Penembakan Anggota Genk Motor Diringkus

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Muhammad Agustiawan. (Bisanews.id/ayu)

MEDAN I Bisanews.id I Polsek Percut Sei Tuan bersama tim Jatanras Polrestabes Medan meringkus pelaku penganiayaan saat bentrok di Desa Saentis, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Sumatra Utara.

Informasi diperoleh wartawan di Mapolsek Percut Sei Tuan menyebutkan, pelaku bernama Medi (21) warga Senties. Diamankan dari rumah seorang warga di Desa Palung Merbau, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Pelaku diduga menyerahkan diri dengan datang ke rumah seorang warga di Desa Palung Merbau, Kecamatan Percut Sei Tuan. Kemudian pemilik rumah memberitahukan kepada Polsek Percut Sei Tuan.

Atas informasi itu, Personil Polsek Percut Sei Tuan bersama tim Jatanras Polrestabes Medan datang lanngsung mengamankan dan memboyong pelaku ke Mapolsek Percut Sei Tuan.

Kapolsek Percut Seituan, Kompol Agustiawan membenarkan sudah mengamankan pelaku utama saat terjadinya bentrok yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia.

“Terkait perkara ini, Alhamdulilah sudah terungkap, pelaku utama sudah diamankan,”ujarnya Kapolsek menjawab wartawan, Selasa (28/12/2021).

Namun, Agustiawan enggan merinci terkait status dari para tersangka tersebut.

“Nanti akan dipaparkan di Polda Sumut,”jelasnya.

Sebelumnya, pelaku menembak korban dengan senjata air softgun saat dua kelompok genk motor bertikai dan bentrok di pergudangan Senties, Percut Sei Tuan, Minggu (26/12/2021) sekitar pukul 06:00wib.

Korban tewas dengan tubuh bagian dada korban ditembus peluru dan dibawak ke Rs Bhayangkaran untuk diautopsi.
Suasana lokasi di Jalan Habiyoso, Desa Saentis, Percut Sei Tuan, pasca terjadinya tawuran sudah terlihat kondusif.

Menurut keterangan Buk Cenel (56) dan Anita (27) warga setempat, tawuran waktu itu baru terhenti sekitar Pukul 08.00 WIB.

“Awalnya kelompok warga yang melakukan tawuran merupakan kalangan remaja. Mereka mengendarai sepeda motor dengan cara menggeber-geber secara bolak-balik,”cerita Anita.

Baca Juga:  RANS Buka Lowongan Kerja, Ikuti Syarat Ini 

Para pelaku tawuran, menurut Anita membawa senjata tajam berupa kelewang, tombak, balok, panah bahkan ada yang mempunyai senjata api, dan membawa kembang api, setelah dibakar lalu diarahkan ke arah lawan.

“Mereka bawa parang, tombak, balok, panah, kembang api yang besar itu juga,”jelasnya.

Anita, tawuran berlangsung sejak Sabtu Malam, dan berlanjut Minggu hingga pagi pukul 08.WIB, sekelompok orang masih ada yang membawa pedang.

Akibat tawuran tersebut ada satu orang warga Desa Cinta Rakyat, Percut Sei Tuan, sempat dilarikan ke Rumah Sakit Joko sekitar Saentis.

Dari rumah sakit itu, dilarikan ke Rumah Sakit Haji. Namun, pada saat perjalanan, korban dinyatakan meninggal dunia.

“Mau dibawa ke Rumah Sait Haji, tapi ninggal di perjalanan. Kalau enggak salah, Eko gitu namanya,”sebut Anita.

Sementara satu orang lainnya, masih menjalani perawatan pasca kritis dianiaya.

“Biasanya, mereka ribut karena adu gengsi. Pelaku tawuran tersebut masih sesama warga yang tak berjauhan,”ungkap Anita.

Warga lainnya, Ibu Cenel mengatakan, pada saat terjadinya tawuran, jalanan sampai penuh sesak. Termasuk lapangan bola penuh terisi oleh orang-orang.

Related posts