SERGAI | Bisanews.id | Penguatan kesiapsiagaan bencana harus dilakukan sejak dini melalui kesiapan logistik, peralatan, sumber daya manusia, dan koordinasi lintas sektor, bukan hanya saat bencana telah terjadi.
Hal itu disampaikan Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya melalui Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Suwanto Nasution saat membuka Sosialisasi Pengelolaan Logistik dan Peralatan Penanggulangan Bencana dalam Penguatan Kesiapsiagaan Masyarakat di Kantor Dinas Pendidikan Sergai, Sei Rampah, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Anggota Komisi VIII DPR RI H. Ashari Tambunan, jajaran Direktorat Pengelolaan Logistik dan Peralatan BNPB, BPBD Sumatera Utara, Forkopimda, pimpinan OPD, kepala desa, lurah, relawan, dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Suwanto mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dalam meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana di Sergai. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi modal penting untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana.
Ia menjelaskan, kondisi geografis Sergai yang memiliki garis pantai sekitar 55 kilometer, dataran rendah, kawasan pertanian, perkebunan, hingga perbukitan membuat daerah ini rawan banjir, banjir rob, abrasi, angin puting beliung, cuaca ekstrem, kebakaran, dan tanah longsor.
Berdasarkan data BPBD, bencana banjir pada 2024 berdampak kepada 3.810 kepala keluarga (10.813 jiwa), sedangkan puting beliung memengaruhi 73 kepala keluarga (263 jiwa). Pada 2025, jumlah tersebut meningkat menjadi 22.744 kepala keluarga (89.723 jiwa) akibat banjir dan 1.071 kepala keluarga (3.781 jiwa) terdampak puting beliung.
“Di balik angka-angka tersebut terdapat masyarakat yang kehilangan rasa aman, terganggunya pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga mata pencaharian. Karena itu, kesiapsiagaan menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda,” tegas Suwanto.
Ia menambahkan, keberhasilan penanggulangan bencana sangat ditentukan oleh kesiapan logistik, peralatan, personel, sistem komunikasi, dan koordinasi antarlembaga. Namun, BPBD Sergai masih menghadapi keterbatasan sarana dibanding luas wilayah dan tingginya potensi bencana.
Sementara itu, Anggota Komisi VIII DPR RI H. Ashari Tambunan menegaskan bahwa paradigma penanggulangan bencana harus bergeser dari penanganan pascabencana menjadi penguatan upaya mitigasi dan pencegahan.
“Preventif jauh lebih penting daripada hanya menangani setelah bencana terjadi. Yang harus kita pikirkan bersama adalah bagaimana meminimalisasi kerugian melalui langkah-langkah pencegahan yang tepat,” ujarnya.
Ashari mencontohkan pentingnya normalisasi sungai dan penguatan infrastruktur pengendali banjir sebelum musim hujan. Ia juga mendorong pemerintah daerah memperkuat komunikasi dengan kementerian teknis agar berbagai usulan penanganan dapat segera direalisasikan.
Menurutnya, kegiatan sosialisasi harus menghasilkan langkah nyata berupa pemetaan persoalan, penguatan koordinasi antarlembaga, serta solusi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana. (MC/Her)






