Pendidikan Maju, Indonesia Hebat

Pendidikan Maju, Indonesia Hebat
Foto Penulis : Mahasiswa Semester 7 Jurusan Matematika Universitas Negeri Mataram (UNRAM)(Bisanews.id/IST).

BISANEWS.ID | BATU BARA |

Oleh : Intan Yulianti

Saat ini, akhir tahun 2021, update data dunia pendidikan Indonesia di Kemendikbud Ristek, ada puluhan juta siswa berdasarkan jenjang pendidikan pada tahun ajaran 2020/2021. Ada 45,21 juta siswa di Indonesia pada tahun ajaran 2020/2021. Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS). dari jumlah tersebut, mayoritas 24,84 juta siswa (54,95%) di antaranya merupakan siswa sekolah dasar (SD). Sementara mahasiswa perguruan tinggi sejumlah 11,32 juta.

Kata W Edwards Demming, 2021 “In God we trust; all others bring data.” Pernyataan maha guru manajemen tersebut, menggaris bawahi betapa pentingnya data. Karena data menjadi dasar untuk membuat rencana, mengetahui progress kemajuan, melakukan koreksi, dan melakukan perbaikan mutu secara berkelanjutan.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (detikNews, 2021), menjadi harapan pemerintahan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia. Maka, jauh sebelum itu, harus mengakuratkan data pendidikan Indonesia agar berhasil di era digital. Yang utama ialah berinvestasi dan mengurai data sektor pendidikan serta sumber daya manusia (SDM). “Ini bukan investasi jangka pendek, tapi investasi dalam lima atau 10 tahun ke depan. Kita harus selesai full data,” kata Nadiem.

Nadiem Makarim Mendikbud Ristek (2021), mengatakan “terdapat beberapa hal yang sifatnya wajib (mandatory) di dalam kurikulum pendidikan nasional. Indonesia, dengan potensi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara maupun dunia, harus mempersiapkan diri berkompetisi secara global. Dunia pendidikan yang memiliki tugas berat namun mulia, menyiapkan sumber daya manusia unggul dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk bangsa, niscaya data yang akurat, Indonesia akan memimpin dunia pendidikan secara global.” Kata Nadiem Makarim

Sistem pendidikan Indonesia, terbesar keempat di dunia, mengalami peningkatan pesat pada rasio antara jumlah siswa pada pendidikan sekunder dibanding populasi dengan usia tersebut dari 41% pada tahun 2015 menjadi 98% pada tahun 2021.

Masa pemerintahan Joko Widodo – Ma’ruf Amin Indonesia telah mengalami transformasi pendidikan yang luar biasa, sehingga jauh lebih mudah diakses, baik itu secara terstruktur maupun tidak terstruktur. Karena pendidikan merupakan tiang pancang kebudayaan dan pondasi utama untuk membangun peradaban Indonesia maju.

Baca Juga:  2 Pengedar Sabu Ditangkap Polsek Pantai Cermin

Presiden Joko Widodo dalam Sidang Tahunan MPR RI, DPD RI dan DPR RI, (Senin, 16/8/2021) mengatakan pandemi Covid-19 telah memicu perubahan besar dalam kehidupan, kembangkan cara-cara baru, tinggalkan kebiasaan lama yang tidak relevan, dan ketidakmungkinan.

Di tengah dunia yang penuh disrupsi ini, karakter berani untuk berubah, berani untuk mengubah, dan berani untuk mengkreasi hal-hal baru, merupakan fondasi untuk membangun Indonesia Maju.”

Memang, masa pemerintahan Joko Widodo – Ma’ruf Amin, langkah-langkah cepat guru telah bergerak membangun pendidikan. Sinergi dunia pendidikan dengan industri dan pengembangan kewirausahaan terus dipercepat melalui program Merdeka Belajar.

Terbukti, program tersebut, telah tumbuh percepatan kualitas sumber daya manusia (SDM) nasional, dan sekaligus meningkatkan daya saing industri dan produk dalam negeri.

Kesadaran akan arti penting pendidikan akan menentukan kualitas kesejahteraan dan masa depan pendidikan dalam membangun Indonesia hebat. Masa pemerintahan Joko Widodo – Ma’ruf Amin, arah bangsa Indonesia sudah mulai bangkit dan tangguh.

Karena pendidikan berada pada pemegang kebijakan yang benar dalam realisasikan program Merdeka Belajar, Guru Penggerak hingga pelayanan infrastruktur pendidikan.

Pemerintahan Jokowi – Ma’ruf Amin telah merumuskan sejumlah misi terkait pendidikan. Hal itu tercantum dalam dokumen Visi, Misi dan Program Aksi Jokowi-Jusuf Kalla 2019 – 2024. Agenda kebijakan pendidikan Jokowi – Ma’ruf Amin ini juga terumuskan secara lebih jelas terangkum dalam ringkasan agenda pemerintahan Jokowi – Ma’ruf Amin yang disingkat sebagai Nawa Cita;

Butir 5: Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program ‘Indonesia Pintar’ dengan wajib belajar 12 tahun bebas pungutan. Kemudian, Butir 6: Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional [dengan] membangun sejumlah Science dan Techno Park di daerah-daerah, politeknik dan SMK-SMK dengan sarana dan prasarana berteknologi maju. Dan Butir 8: Melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakan penataan kurikulum pendidikan nasional.

Capaian kinerja pemerintahan Jokowi – Ma’ruf Amin bidang Pendidikan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemendibud Ristek) mengalami kenaikan dan geliat pendidikan. Hal ini merupakan pencapaian kinerja selama dua tahun pemerintahan Presiden Jokowi.

Baca Juga:  Ayah Tiri Cabul Anak Diboyong Warga ke Kantor Polisi

Kemendibud Ristek Nadiem Makarim benarkan, bahwa dalam dua tahun anggaran dialokasikan memang untuk kebutuhan kelanjutan beasiswa bidikmisi, perekrutan Guru Kontrak, penataan sumberdaya manusia dan riset – riset di perguruan tinggi.

Ada peningkatan terus menerus dari tahun ke tahun, yakni 2019 sebanyak 130.000 mahasiswa. Lalu tahun 2020 sebanyak 200.000 mahasiswa dan terakhir tahun 2021 ini, sebanyak 1.095.000 mahasiswa. Sementara untuk, beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) Papua dan 3T (daerah tertinggal, terdepan dan terluar) pada tahun tahun 2019 sebanyak 23.000 mahasiswa, tahun 2020 sebanyak 50.000 mahasiswa dan 2021 meningkat menjadi 202.000 mahasiswa.

Meski begitu, anggaran untuk Kemendibud Ristek tahun 2021 sebesar Rp81,5 Triliun 27 Januari 2021. Dari 20 persen anggaran tersebut, Kemendikbud mengelola sebanyak 14,8 persen atau sekitar Rp81,5 triliun. Proporsi terbesar dari anggaran Rp81,5 triliun yang dikelola Kemendikbud berada di pendanaan wajib, yaitu sebesar Rp31,13 triliun.

Karena pendidikan yang berkualitas maju nantinya menjadi penerus kemajuan bangsa dan negara. Dengan demikian, pendidikan sangat mudah diakses walaupun terkendala masalah ekonomi. Tetapi, pendidikan itu penting bagi masa depan dan meraih cita-cita yang diinginkan.

Atas komitmen pemerintah tersebut, kemampuan ekonomi yang cukup dan memiliki kemampuan berpikir yang tinggi, dapat mengantarkan ke bangku sekolah yang elite, berkualitas, serta bertaraf nasional maupun internasional lebih mudah. Itulah yang dirasakan oleh warga negara Indonesia saat ini.

Artinya, pemerintah sudah menjalankan visi misnya perbaiki mutu pendidikan yang terdiri dari efektivitas, efisien, serta standarisasi pengajaran disetiap sekolah. Tentu, keberhasilan pemerintahan Jokowi – Ma’ruf Amin yakni menjamin kualitas guru, sarana yang diberikan, kesejahteraan guru, prestasi siswa, akses beasiswa pendidikan, dan lain sebagainya.

Beberapa pakar pengamat pendidikan (2021) mengurai data peringkat Indeks Pengembangan Manusia (Human Development Index) dari UNESCO (2021), menyebutkan kualitas pendidikan Indonesia semakin meningkat walaupun dalam kondisi pandemi, dibuktikan dengan menggunakan rata-rata geometrik dalam Indeks Pengembangan Manusia (IPM) capaian satu dimensi. Artinya, untuk mewujudkan pembangunan manusia yang baik, pemerintah dan Kemendikbud Ristek memberi perhatian yang sangat besar.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia, menjadi faktor sorotan bagi negara lain, karena Indonesia memakai indikator komposit untuk mengukur capaian pembangunan kualitas hidup manusia. Indeks peningkatan teruji dari tiga dimensi utama pembangunan manusia, yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak.

Baca Juga:  Gagal Raih Kemenangan, Pelatih PSMS Medan Kecewa

Menurut BPS, publikasi 18 November 2021, bahwa pada tahun 2020 – 2021 pertumbuhan Indeks Pengembangan Manusia (IPM) di tingkat nasional menghadapi tantangan dengan segregasi peningkatan tumbuh sebesar 12,07 % sebagai akibat pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia dan sebagian besar negara di dunia.

Walaupun, mengalami perlambatan pertumbuhan IPM. Namun, peningkatan pesat di dorong oleh kebijakan pendidikan pada program Merdeka Belajar, Guru Penggerak, dan jaminan kesejahteraan pendidik.

Sebaran program dan komitmen guru menjadi pengungkit membentuk sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas. Karena IPM, Guru dan program pendidikan masa pemerintahan Joko Widodo – Ma’ruf Amin yang selalu peduli atas hasil pembelajaran tersebut, maka terasa sekali efektivitas pengajaran di Indonesia sangat tinggi antusias.

Dari tahun ke tahun, pemerintahan Joko Widodo – Ma’ruf Amin selalu menekankan pentingnya ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berkembang dan maju. Negara Indonesia harus mampu bersaing dengan negara-negara yang lain.

Perlu diketahui, kemajuan dan kehebatan Indonesia yang dicapai sekarang dalam dunia pendidikan, sudah semakin menanjak kemajuannya karena pendidikan di Indonesia mendapatkan porsi perhatian yang lebih besar.

Sebuah laporan mendalam dari Lowy Institute tahun 2021 yang menganalisis laporan tahunan Mendikbud Ristek ikut memperkuat posisi pemerintah dalam bidang pendidikan, bahwa sistem pendidikan berkualitas di Indonesia, sudah mulai membaik karena beberapa faktor, yakni IPM meningkat, program merdeka belajar, guru penggerak, kesejahteraan guru dan dosen, penghapusan ujian nasional dan asistensi terhadap kualitas pendidikan sekolah dan guru yang diberdayakan oleh pemerintah dalam mendidik siswa sesuai minat dan talenta.

Bagi pemerintahan Joko Widodo – Ma’ruf Amin dan Mendikbud Ristek bahwa pendidikan merupakan salah satu faktor terpenting untuk sebuah syarat negara menjadi maju dan hebat. Dengan adanya pendidikan yang baik, pastinya akan menciptakan generasi yang penerus bangsa yang cerdas, bahagia, kuat, berkarakter, serta berkompeten dalam bidangnya. Sehingga,

Bangsa Indonesia sekarang bisa maju dan hebat.

Related posts