Polisi Ungkap Kesaksian Tukang Galon Soal Kasus Dua Jasad di Depok

Polisi Ungkap Kesaksian Tukang Galon Soal Kasus Dua Jasad di Depok
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi beri keterangan. (Foto: PMJ/Fajar).

JAKARTA | Bisanews.id | Polisi melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian dari dua jenazah diduga ibu dan anak berinisial GA (64) dan DA (36) yang ditemukan meninggal dunia di rumahnya di kawasan Cinere, Depok.

Dilansir dari PMJNews, Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan, selain melakukan penyelidikan secara induktif, pihaknya juga melakukan penyelidikan secara deduktif dari warga sekitar rumah korban.

Hengki menuturkan bahwa keluarga korban memiliki kebiasaan berbeda terhadap tukang galon yang mengirim ke rumah korban.

“Kalau hasil dari penyelidikan deduktif, kami periksa saksi dari pengantar galon, itu pada tanggal 25 Juli masih menerima galon,” ujar Hengki kepada wartawan, Senin (11/9/2023).

“Karena memang Keluarga ini cukup saklek, jadi kalau galon tidak diantar jam 8, jam 8 ke atas tidak akan diterima. Pada tanggal 25 Juli masih menerima galon,” imbuhnya.

Namun setelahnya seminggu kemudian, berdasarkan pengakuan tukang galon yang diperiksa menyebutkan bahwa dari rumah itu tidak ada yang menanggapi ketika diantarkan galon minum.

“Tetapi 1 Minggu kemudian pada tanggal 1 Agustus, di hari Selasa, selalu hari Selasa, ini pada saat diketok, tidak dibukakan lagi pintunya. Besoknya diketok tidak dibukakan lagi. Hari Selasa berikutnya diketok tidak dibukakan lagi,” ungkap Hengki.

Oleh karenanya, Hengki meminta kepada seluruh pihak untuk menantikan hasil penyelidikan untuk menentukan penyebab kematian dua jenazah itu, misalkan kematian yang natural, kecelakaan, bunuh diri, atau pembunuhan.

“Ini sedang didalami, oleh karenanya kami mohon bersabar kita kedepankan scientific crime investigation, tidak boleh ada mindset dalam penyidik terpengaruh oleh opini-opini apa pun, kita fokus berdasarkan alat bukti yang ada nantinya mengarah, kira-kira indikasi apa yang terjadi terhadap dua jenazah ini, terhadap empat (kemungkinan) tadi, alamiah atau natural, atau kecelakaan, bunuh diri atau suicide, atau homicide atau gabungan diantara itu,” jelasnya.

Baca Juga:  Indeks Ketahanan Pangan Kota Medan Baik

 

Writer: AyEditor: Ayub