PON XXI Aceh-Sumut Berpotensi Ditunda

PON XXI Aceh-Sumut Berpotensi Ditunda
Gubernur Aceh Nova Iriansyah. (Poto : ayu/trib/serambi/Bisanews.id)

MEDAN I Bisanews.id I Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang rencana digelar 2024, sebagai pesta olahraga terbesar di Indonesia, berpotensi ditunda.

PON XXI pada 2024 akan terlaksana di dua provinsi tuan rumah yakni Aceh dan Sumatra Utara.

Setelah berjumpa dengan Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi di Medan, Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyebut ada kemungkinan PON XXI ditunda.

“Kami menduga pada 2024 ada pileg, pilkada, dan pilpres. Apa mungkin 2024, jangan- jangan bergeser (ditunda) juga,”ungakap Nova Iriansyah.

Selain itu, pandemi Covid-19 juga bisa menjadi alasan penundaan.
Dikutip dari Serambinews.com, Gubernur Aceh mengatakan, secara spesifik tidak terlalu serius berbicara tentang persiapan PON XXI 2024 bersama Gubernur Edy Rahmayadi.

“Pertemuan kami hanya silaturahim biasa,”kata Nova Iriansyah.
Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi mengamini pernyataan Nova Iriansyah.
Sebagai tuan rumah PON 2024, Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi, sebelumnya sempat menemui menteri dan duta besar (dubes) negara lain di Jakarta untuk meminta dukungan menyiapkan Pekan Olahraga Nasional 2024. Untuk menyiapkan sarana dan dapat unjuk gigi.

“Saya berusaha sekuat tenaga saya. Keliling temui menteri-menteri. Rasanya saya seperti pengemis. Karena Sumut tak punya duit. Jakarta bisa bangun stadion Rp 5 triliun, karena dia punya duit. Setiap pagi saya berdoa untuk ini, untuk Sumut-ku,” katanya pada acara Pemberian Tali Asih Atlet Sumut Berprestasi pada even PON XX Papua.
Edy mengaku telah menjalin komunikasi dengan Kedutaan Besar (Kedubes) Cina.

“Minggu lalu saya rapat dengan Kedubes Cina. Saya minta akomodasi. Saya minta coach (pelatih),” ungkapnya.

Edy juga mengaku, usai PON XX Papua banyak atlet dari berbagai provinsi meminta agar dimasukkan menjadi bagian dari tim Sumut. Para atlet itu percaya diri dapat menyumbangkan medali buat Sumut.

Baca Juga:  Tekab Polsek Kualuh Hilir Ringkus Pelaku Sedang Bungkus dan Menghisap Sabu

Edy mengaku menolak keinginan para atlet dari luar itu karena menginginkan kontingen Sumut adalah atlet yang merupakan putra-putri hasil pembinaan Sumut.

“Menjelang PON banyak atlet yang menghadap saya untuk membela Sumut di pon 2024. Tapi saya bilang bukan itu. Kalau saya alokasikan anggaran untuk atlet itu, saya dapat medali. Mau kalian seperti itu? Harga diri adalah segala-galanya,” tegasnya.

Untuk itu, katanya, mulai 1 Januari 2022 pihaknya melibatkan perguruan tinggi akan mencari bibit atlet berbagai cabang olahraga ke 33 kabupaten/kota yang ada di Sumut.

Dan pada 1 Januari 2023 mendatang, seluruh atlet Sumut yang akan diterjunkan di PON 2024 akan menjalani pelatihan daerah (Pelatda) terpusat.

“Talent scouting mulai 1 januari 2022, dari Nias sampai Langkat 33 kabupaten/kota. Kita lakukan talent scouting satu tahun penuh. Masuk 1 januari 2023, kita punya atlet dan tempat pembinaan atlet, pelatda. Saya harap sudah selesai di Siosar (Kabanjahe),” jelas Edy.

“Saya juga akan libatkan TNI/Polri. Bila perlu saya menghadap kepada Kapolri dan Panglima TNI,” pungkasnya mengakhiri.

Yuk Bayar Pajak

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.