Terkait Kongres PSSI, Gubsu Akan Tempuh Jalur Hukum

Terkait Kongres PSSI, Gubsu Akan Tempuh Jalur Hukum
Rapat PSMS beberapa waktu lalu. (Foto: Ayu/Bisanews.id).

MEDAN | Bisanews.id | Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi akan menempuh jalur hukum lantaran pihak manajemen Persatuan Sepakbola Medan Sekitarnya (PSMS) yang baru saja disahkan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Maret 2022 lalu tidak diperbolehkan ikut Kongres PSSI di Bandung.

“Tidak ada alasan tidak diterima. Itukan soal keabsahan. PSMS itu kan organisasi olahraga, yang diatur secara PT, diawali dari lima perserikatan sepak bolah di Indonesia,” kata Edy di Medan, Kamis (2/6/2022).

Pemegang saham PSMS sebesar 51 persen itu menegaskan, tindakan tidak memperbolehkan manajemen PSMS untuk mengikuti Kongres PSSI adalah pelanggaran.

“PSMS sudah berubah menjadi PT. PT itu setiap tahun wajib melakukan RUPS. Nah, RUPS kemarin sudah dilakukan, saya tak tahu sudah sampai mana. Tapi saya dengar bahwa tak boleh (masuk). Oh, itu melanggar. Saya kan pemegang saham PSMS, pasti saya melakukan tindakan hukum,” ucapnya.

Jika ada pihak yang mengklaim sebagai manajemen PSMS, lanjutnya, itu telah melakukan tindakan melawan hukum.

“Oh melanggar hukum itu. Pasti melanggar hukum. Sudah pasti itu. Kalian sajalah yang melihat. Karena itu, saya sudah dengar siapa yang klaim itu,” ujarnya.

Menurut Edy, jika pihak lain hendak mengklaim PSMS harus memiliki pemain, pelatih, hingga infrastruktur yang mendukung.

“Tinggal ditanya saja, kalau dia mengklaim berarti dia punya pemain bola. Yang kedua dia punya coach. Yang ketiga dia punya manajemen yang sah. Yang keempat dia punya infrastruktur, lapangan, segala macam, karena untuk bisa membesarkan PSMS tadi itu, Kalau dia tidak punya, terus dia merasa dia punya, terus kalau diberikan, apa yang bisa dia buat?,” tanyanya.

Mantan Pangkostrad itu menegaskan, klub sepakbola Ayam Kinantan (julukan PSMS) adalah milik rakyat Sumatera Utara. Edy berharap, tak ada pihak yang berniat melecehkan PSMS.

“Pastinya PSMS ini milik rakyat Sumatera Utara. Janganlah dilecehkan masyarakat Sumut ini. Kita tak bisa berbuat prestasi saja kita harus minta maaf sama rakyat Sumatera Utara ini. Apalagi PSMS diperlakukan seperti tidak pada tempatnya. Termasuk kalian ini. Kalau kalian merasa kalian rakyat Sumatera Utara, kalian harus marah dengan hal ini,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menggelar Kongres Biasa Tahun 2022 di Trans Luxury Hotel Bandung pada Senin (30/5/2022) lalu.

Namun perwakilan manajemen PSMS di forum itu menuai polemik. Pasalnya, wakil PSMS yang diizinkan mengikuti kongres adalah Kodrat Shah dan Julius Raja. Sementara Direktur PSMS terpilih saat RUPS, Arifuddin Maulana dan manajemen lainnya justru tidak diperbolehkan masuk.

Writer: AyuEditor: Abdul Muis